Berita Nasional

Hujan Lebat dan Banjir di Manado, TPU Longsor hingga Kerangka Muncul ke Permukaan

Longsor terjadi di pekuburan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Winangun, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (22/1/2021).

(KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEY)
TPU Winangun, Manado, Sulawesi Utara, longsor. Tampak makam mayat masih menutupi setengah basan jalan, Sabtu (23/1/2021) pukul 15.07 WITA 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MANADO - Hujan lebat yang mengguyur Kota Manadi tak hanya mengakibatkan banjir.

Hujan lebat pada Jumat (22/1/2021) membuat longsor hingga menghancurkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Winangun, Manado, Sulawesi Utara.

Longsor terjadi di kuburan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Winangun, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (22/1/2021).

Akibat longsor di tempat pemakaman, terlihat kerangka manusia muncul ke permukaan tanah.

Video Suasana Kota Manado Dikepung Banjir, Ribuan Rumah Terendam hingga Warga Naik ke Genteng

5 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Manado

Sebagian kerangka terbungkus kain warna putih.

Longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat.

Pantauan Kompas.com, Sabtu (23/1/2021), sejumlah makam di TPU itu ambrol ke badan jalan.

Makam yang longsor ini berada di dekat area tanggul.

Diduga tanggul tersebut tidak bisa menahan pergerakan tanah setelah diguyur hujan deras.

TPU ini berada di tebing samping ruas jalan Manado-Tomohon.

Terlihat dua kerangka manusia muncul ke permukaan tanah.

Sebagian kerangka terbungkus kain warna putih.

Kemudian ada empat makam yang ambrol dan terlihat masih utuh dengan bangunan kuburan.

Sebagian makam tertutup material longsor.

"Baru kali ini tempat pemakaman ini longsor besar," kata Stenly Sondakh selaku kepala lingkungan setempat.

Menurut Stenly, ada belasan makam yang terdampak longsor.

"Tadi sudah ada 15 keluarga yang datang ke lokasi pemakaman," ujar dia.

Stenly menuturkan, lebih kurang 40 meter area pemakaman yang longsor.

"Makam-makam yang longsor tepat di samping tebing. Jadi ketika tanggul roboh, makam juga ikut ambrol sampai ke badan jalan," sebut Stenly.

Menurut Stenly, makam yang sudah longsor untuk sementara akan dipindahkan.

"Pemerintah dan instansi terkait akan memindahkan kuburan yang longsor. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pihak keluarga," ujar dia.

Pada Sabtu pukul 15.00 WITA, setengah badan jalan di lokasi itu masih tertutup longsor.

Polisi melakukan rekayasa lalu lintas di ruas jalan tersebut. Longsor membuat jalan di wilayah itu hanya bisa dilalui satu arah.

Hanya kendaraan dari Manado ke arah Tomohon yang bisa lewat di ruas jalan itu.

Artikel ini telah tayang di kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved