Breaking News:

Universitas Lampung

Unila Hadiri Literasi Vaksinasi KIP Secara Virtual

Universitas Lampung (Unila) diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan TIK Prof. Suharso, Ph.D., menghadiri Literasi Vaksin Badan Publi

ist
Universitas Lampung (Unila) diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan TIK Prof. Suharso, Ph.D., menghadiri Literasi Vaksin Badan Publik (General Vaccin Literate) yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, Rabu 27 Januari 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Universitas Lampung (Unila) diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan TIK Prof. Suharso, Ph.D., menghadiri Literasi Vaksin Badan Publik (General Vaccin Literate) yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, Rabu 27 Januari 2021.

Prof. Suharso, Ph.D., yang juga selaku Ketua Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Unila mengikuti kegiatan tersebut bersama Tim PPID Unila di ruangan Sekretariat PPID Unila, Gedung Rektorat lantai 3 Unila dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kegiatan bertujuan untuk menginformasikan kebijakan terkini pemerintah terkait vaksinasi dan vaksin Covid-19 dengan berbagai aspek. Literasi dilaksanakan daring melalui Zoom Meeting bersama Badan Publik se-Indonesia dan 85 Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia.

Adapun pembicara pada kegiatan ini meliputi Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono; Direktur Registrasi Obat Badan POM, Dr. Dra. L. Rizka Andalucia, M.Pharm., Apt. Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. KHM. Asrorun Niam Shaleh.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Safrizal ZA, M.Si.; serta Staf Khusus Menkominfo sekaligus Ketua Tim Komunikasi PCPEN Kominfo Rosarita Niken Widiastuti.

Dalam prokontra yang muncul di masyarakat terkait kehalalan vaksin, Perwakilan MUI, Dr. KHM. Asrorun menjelaskan beberapa aspek vaksinasi dari beberapa landasan keagamaan, landasan normatif, dan landasan yuridis.

Termasuk di antaranya Fatwa MUI Nomor 4/2016 tentang Imunisasi pada dasarnya dibolehkan sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Terkait vaksin Covid-19, Asrorun menyampaikan, terdapat tiga nama yang didaftarkan untuk sertifikasi halal Vaksin Sinovac antara lain, CoronoVac, Vaksin Covid-19, dan Cov2Bio.

Asrorun menambahkan, saat ini pendaftaran sertifikasi halal ke MUI dilakukan PT. Bio Farma (Persero) dengan dua fasilitas produksi, yaitu fasilitas di Sinovac Biotech Ltd, China, dan fasilitas di PT Bio Farma (Persero).(*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved