Breaking News:

Tribun Lampung Tengah

Petani Keluhkan Pupuk di Lamteng Naik Rp 40 Ribu per Kg

Petani di sejumlah kawasan Lampung Tengah kembali mengeluhkan meroketnya harga pupuk di saat musim tanam.

Tribun Lampung/Syamsir Alam
petani di kecamatan Trimurjo sudah mulai menanam padi, Minggu (31/1) 

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID,  LAMPUNG TENGAH  - Petani di sejumlah kawasan Lampung Tengah kembali mengeluhkan meroketnya harga pupuk di saat musim tanam. Kondisi itu menurut mereka rutin terjadi.

Wawan, seorang petani di Kecamatan Trimurjo mengatakan, kenaikan pupuk subsidi dan nonsubsidi bahkan mencapai Rp 40 ribu setiap kilogramnya.

"Kalau kondisi seperti ini sering terjadi, terutama setiap musim tanam. Saat ini yang paling tinggi kenaikannya untuk Phonska mencapai Rp 40 ribu, dan urea naik Rp 25 ribu dari harga normal sebelumnya Rp 100 ribu," kata Wawan, Minggu (29/1).

Sambil Bersepeda, Kajati Lampung Heffinur Bagikan Pupuk ke Petani di Metro Selatan

Tak hanya harganya meroket tinggi, petani juga mengeluhkan mendapatkan hampir semua jenis pupuk di lapangan. Kondisi itu bahkan terjadi lebih kurang satu pekan terakhir.

Wagino petani lainnya menyebutkan, kenaikan dan kelangkaan pupuk dapat mengakibatkan kualitas padi yang ditanam kurang baik dan tidak sesuai harapan petani. "Dampaknya pasti ke situ (kualitas tanaman kurang baik), yang rugi juga kan pasti petani dan masyarakat," keluh Wagino.

Pengajuan Pupuk Bersubsidi Tahun 2021 Sepenuhnya Menggunakan e-RDKK

Tak sampai di situ, kelangkaan dan melonjaknya harga pupuk juga dianggap dapat mempengaruhi hasil pertanian, dengan berkurangnya jumlah hasil panen.

Untuk itu, petani berharap pemerintah dapat mengatasi persoalan-persoalan mereka di setiap musim tanam. Karena menurutnya, kondisi itu selalu terulang setiap musim tanam seperti tidak ada langkah antisipasi dini dari pemerintah.(sam)

Penulis: syamsiralam
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved