Breaking News:

Pesisir Barat

Kadis Kesehatan Pesisir Barat Pantau Warga di Kecamatan Lemong Yang Terserang Wabah Diare

Kepala Dinas Kesehatan Tedi Zadmiko.,SKM.,SH.,MM. setelah mendapat laporan mengenai wabah diare yang menyerang 18 warga Kecamatan Lemong Pekon Melaya

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
ist
Kepala Dinas Kesehatan Tedi Zadmiko.,SKM.,SH.,MM. setelah mendapat laporan mengenai wabah diare yang menyerang 18 warga Kecamatan Lemong Pekon Melaya Dusun Batu Bulan langsung turun ke Puskesmas Lemong untuk melihat secara langsung kondisi pasien. Setiba di Puskesmas Lemong Kepala Dinas Kesehatan, bersama tim langsung menuju ruang perawatan pasien.senin,(01/02/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESISIR BARAT - Kepala Dinas Kesehatan Tedi Zadmiko.,SKM.,SH.,MM. setelah mendapat laporan mengenai wabah diare yang menyerang 18 warga Kecamatan Lemong Pekon Melaya Dusun Batu Bulan langsung turun ke Puskesmas Lemong untuk melihat secara langsung kondisi pasien. Setiba di Puskesmas Lemong Kepala Dinas Kesehatan, bersama tim langsung menuju ruang perawatan pasien.senin,(01/02/2021).

Informasi yang dihimpun, dari 18 warga yang terkena wabah diare ini sudah ditangani secara cepat oleh Puskesmas Lemong yakni 15 pasien sudah di pulangkan kerumah Masing-masing 1 pasien Masih dirawat dan 1 Pesien Dirujuk kerumah Sakit Liwa, 1 Meninggal Dunia berusia 8 Bulan.

Setelah meninjau Pasien Di Puskesmas Lemong Kepala Dinkes dan tim langsung Menuju Pekon Malaya Dusun Batu Bulan untuk mengunjungi pasien yang terserang wabah diare dan melakukan skrining dan juga ambil sempel mulai dari air minum yang sudah di masak, kemudian air minum yang belum di masak kemudian air yang digunakan untuk mandi dan cuciuntuk pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan, menyampaikan wabah diare itu ada hubungannya dengan saluran pencernaan. Hal ini bisa disebabkan karena makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh masyarakat.

Kepala Dinkes Berharap setiap Pembangunan Pamsimas agar berkordinasi dengan Dinas Kesehatan sehingga air dapat diuji apakah layak atau tidak untuk di gunakan.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved