Breaking News:

Lampung Tengah

9 Bulan Jadi DPO, Pelarian Buron Begal Truk Berakhir di Tangan Polsek Terusan Nunyai

Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Santoso mengatakan, Mad Bolang diamankan saat berada di Dusun I, Kampung Terbanggi Besar.

Dok Polsek Terusan Nunyai
Mad Bolang diamankan jajaran Polsek Terusan Nunyai. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Berakhir sudah pelarian buron kasus pembegalan bernama Mad Bolang (25).

Sempat kabur selama sembilan bulan, ia diringkus Polsek Terusan Nunyai, Rabu (3/2/2021) lalu.

Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Santoso mengatakan, Mad Bolang diamankan saat berada di Dusun I, Kampung Terbanggi Besar.

Dia menjelaskan, Mad adalah anggota komplotan pembegalan terhadap Dari (43), sopir truk bermuatan singkong, pada Mei 2020 lalu.

Detik-detik Begal di Lampung Terkepung Warga tapi Tak Ada yang Berani Tangkap

Polda Lampung Bekuk 1 Anggota Komplotan Begal Truk dengan Modus Pura-pura Sewa

"Pelaku bersama tiga rekannya mengadang truk korban dari arah Way Abung, Tulangbawang Barat. Kejadiannya sekitar pukul 04.00 WIB," kata Iptu Santoso, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro, Minggu (7/2/2021).

Kapolsek mengatakan, penangkapan Mad Bolang berkat pengembangan perkara yang dilakukan pihaknya dari ketiga rekan Mad yang lebih dulu ditangkap dan telah menjalani hukuman penjara.

"Pelaku Mad Bolang ini dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegasnya.

Mad Bolang mengaku selama ini tinggal di rumah kerabatnya di Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Sebab, ia tahu tiga rekannya telah ditangkap polisi.

"Saya tinggal di Terbanggi selama ini dan nggak pernah pulang ke Gunung Batin (Udik). Saya takut karena jadi DPO polisi karena (tiga) kawan saya sudah ditangkap," kata Mad Bolang.

Halaman
12
Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved