Breaking News:

Advertorial

3.470 Warga Lampung Akan Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)

SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Lampung melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk.

ADV
3.470 Warga Lampung Akan Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Lampung melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk Kantor Cabang Bandar Lampung di Hotel Horison Lampung, Senin (15/2/2021).

Kepala Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Lampung Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Heriyanto mengatakan, kerja sama tersebut tentang penyaluran bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2021.

BSPS adalah bantuan yang disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar mendapatkan rumah layak huni, yakni layak secara konstruksi, kecukupan minimal luas bangunan, layak terhadap akses sanitasi dan akses air bersih, serta dari segi kesehatan memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik.

Masyarakat berpenghasilan rendah yang menerima bantuan tersebut, disebut sebagai penerima bantuan. Rencananya, ada 3.470 penerima bantuan dengan total nominal sebesar Rp 69,4 Milyar yang akan disalurkan di Provinsi Lampung.

"Masing-masing penerima bantuan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 20 juta. Terdiri dari Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang," kata Heriyanto.

Cara penyaluran bantuan, masyarakat penerima bantuan akan dibuatkan rekening di PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk Kantor Cabang Bandar Lampung. Namun uang direkening tersebut tidak dicairkan secara tunai oleh masyarakat penerima bantuan.

Tapi masyarakat penerima bantuan membentuk kelompok. Masing-masing kelompok ada 10-20 orang, dan ada ketua kelompok. Lalu ketua kelompok ini yang akan melakukan perjanjian dengan toko bahan bangunan mengenai bahan bangunan apa saja yang dibutuhkan untuk pembangunan rumah kelompoknya.

Kemudian toko bahan bangunan akan mengirimkan bahan bangunan ke kelompok tersebut, dan toko bahan bangunan akan menerima uang di rekening yang dialokasikan untuk bahan bangunan.

Setelah bahan bangunan diterima, pembangunan rumah layak huni bisa langsung dikerjakan oleh tukang. Mengenai tukang ini, tidak harus orang lain, tapi bisa si penerima bantuan. Meskipun yang menjadi tukang adalah penerima bantuan, dia tetap menerima upah dari uang di rekening yang sudah dialokasikan untuk upah tukang.

Pemimpin Cabang PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk Kantor Cabang Bandar Lampung Deddy Effendi menambahkan, mengenai pembukaan rekening, pihaknya siap melakukan jemput bola.

"Jemput bola kami lakukan untuk memudahkan penerima bantuan. Agar penerima bantuan tidak perlu jauh-jauh datang ke Bank," ujar Deddy Effendi

Kemudahan lain yang dimiliki untuk memperlancar proses penyaluran ini adalah bisa membuka rekening secara masal (mass account opening). Transfer/ pindah buku uang pun juga bisa dilakukan secara masal. Meskipun dilakukan secara masal, Deddy Effendi menjamin penyaluran dana bantuan akan berlangsung secara cepat dan aman.

Deddy mengucapkan terima kasih karena PT. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk Kantor Cabang Bandar Lampung kembali dipercaya sebagai bank penyalur program BSPS Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2021, setelah tahun sebelumnya (tahun 2020) sudah mendapatkan kepercayaan itu.

"Tahun lalu kami sukses menyalurkan bantuan ke 7.900 penerima bantuan, yang dibagi jadi tiga tahap. Untuk tahap pertama 3.500 penerima bantuan. Tahap kedua 2.000 penerima bantuan. Kemudian tahap ketiga 2.400 penerima bantuan," kata Deddy. (Advertorial)

Editor: Noval Andriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved