Breaking News:

Tulangbawang

Dugaan Korupsi DAK Disdik Tulangbawang Terus Bergulir, Kejari Tetapkan 1 Tersangka Baru

kini Kejaksaan Negeri Tulangbawang kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan pungutan kegiatan fisik dana alokasi khusus pendidikan.

Tribunlampung.co.id/Endra
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulangbawang Leonardo Adiguna. Dugaan Korupsi DAK Disdik Tulangbawang Terus Bergulir, Kejari Tetapkan 1 Tersangka Baru 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Kasus dugaan korupsi DAK Pendidikan pada Dinas Pendidikan (Disdik) Tulangbawang tahun 2019 terus bergulir.

Setelah Kepala Disdik Tuba Nazzarudin yang ditetapkan sebagai tersangka, kini Kejaksaan Negeri Tulangbawang kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan pungutan kegiatan fisik dana alokasi khusus (DAK) pendidikan tahun 2019 senilai Rp 49 Miliar.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulangbawang Leonardo Adiguna mengatakan, satu tersangka baru dalam kasus tersebut merupakan seorang wiraswasta berinisial GAN.

"GAN ditetapkan jadi tersangka 11 Februari 2021. GAN ini pengembangan dari tersangka awal NS (Nassarudin)" terang Leo, kepada awak media di Kejari Tulangbawang, Senin (15/02/2021).

Baca juga: Jadi Tersangka Dugaan Korupsi DAK, Kadisdik Tulangbawang Nazzarudin Mengundurkan Diri dari Jabatan

Baca juga: Dugaan Korupsi DAK Rp 49 Miliar, Kadisdik Tuba Nazzarudin Tidak Terima Pendampingan Hukum

Ditanya lebih lanjut terkait peran GAN dalam kasus itu, mantan Kasi Pidsus Kajari Pringsewu itu enggan membeberkan dengan alasan masih proses penyidikan.

"Berkembang terus dia (proses penyidikan), masih periksa saksi-saksi," papar Leo. 

Sejauh ini, Leo memastikan, kedua tersangka belum dilakukan penahanan lantaran dianggap kooperatif saat hendak diperiksa.

"Belum (penahanan), sepanjang ini dipanggil dua kali berturut-turut selalu hadir. Tapi sepanjang saat perjalanan penyidik merasa dibutuhkan kita tahan," tegas dia.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala telah menetapkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tulangbawang, Nazzarudin, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Nazzarudin ditetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Sarana Prasarana pendidikan tahun 2019 yang merugikan keuangan negara Rp 49 Miliar.

Baca juga: KPK Beri Dana Rp 8,5 Miliar untuk Pemkab Tulangbawang

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Nelayan di Tulangbawang, Korban Tewas Dibacok Sadis di Atas Perahu

Ini merujuk surat perintah penyidikan Kepala Kejari Tulangbawang Nomor 02/L.8.18/Fd.1/11/2020 tanggal 17 November 2020 dan surat perintah penyidikan perpanjangan Nomor 02/L.8.18/Fd.1/11/2020 tanggal 17 Desember 2020. 

Dalam kasus itu, Kejari Menggala juga telah mengirim surat kepada Ketua KPK RI terkait pemberitahuan penyidikan kasus dugaan korupsi dana DAK fisik sarana prasarana Disdik Tuba tahun 2019.

Surat tersebut bernomor B-134/L8.18/Fd.1/01/2021 tertanggal 20 Januari 2021 dan ditujukan kepada ketua KPK RI di Jakarta.

( Tribunlampung.co.id / endra zulkarnain )

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved