Breaking News:

Tanggamus

Kisah Petani Bunga Sedap Malam Asal Tanggamus, Supriadi Tak Bisa Penuhi Permintaan Akibat Hujan

Supriyadi, pembudidaya bunga sedap malam sejak pagi sudah sibuk di sawahnya. Tempat itu jadi lahan tanam bunga bernama latin polianthes tuberosa.

Tribunlampung.co.id/Tri
Supriadi, pembudidaya bunga sedap malam. Kisah Petani Bunga Sedap Malam Asal Tanggamus, Supriadi Tak Bisa Penuhi Permintaan Akibat Hujan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Supriyadi, pembudidaya bunga sedap malam sejak pagi sudah sibuk di sawahnya.

Tempat itu jadi lahan tanam bunga bernama latin polianthes tuberosa.

Dan jelang Imlek kemarin, permintaannya pun meningkat tajam.

"MINGGU lalu jelang Imlek ibaratnya perpekan (belanja hari raya) Imlek, jadi panenannya dihabiskan. Makanya bunga dihabiskan, kesempatan terakhir panen buat keperluan Imlek," ujar warga Pekon Wonoharjo, Kecamatan Sumber Rejo, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, beberapa hari sebelum Imlek, diminta untuk penuhi pesanan sebanyak 2.500 batang bunga sedap malam.

Namun sayang panenan di lahan seluas seperempat hektare tidak memenuhinya.

"Kalau permintaan banyak, ada 2.500 batang, tapi ini dapatnya paling 1.000 batang. Kalau permintaan pasti banyak, panenannya yang tidak ada," jelas Supriyadi.

Imlek merupakan salah satu waktu yang paling menguntungkan baginya.

Sebab, permintaan bunga sedap malam meningkat drastis dibanding panen rutin dua harian.

"Kalau panen biasa dapat 2.500 batang, tapi yang terbuang atau tidak laku bisa sampai seribu batang. Tapi kalau Imlek semuanya bisa laku, tidak ada yang terbuang," ujar Supriyadi.

Halaman
12
Penulis: Tri Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved