Tribun Lampung Selatan

Pantai Kedu Warna di Kalianda Lamsel Destinasi Wisata Terbaik Nikmati Sunset

Dua gadis remaja terlihat asyik bermain ditepian pantai sembali berfoto ria.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
SUNSET INDAH - Sunset jingga di kawasan Pantai Kedu sangat indah untuk dinikmati bila sore menyapa warga. 

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Dua gadis remaja terlihat asyik bermain ditepian pantai sembali berfoto ria. Sesekali mereka berlari sembari saling menghindari dan tertawa. Kala itu ombak yang datang seakan hendak mengejar mereka.

Jingga mulai menghiasi cakrawala di ufuk barat, mengiringi sang mentari yang perlahan hendak menuju peraduan.

Hari yang bersahabat, kala senja sore menghadirkan rona jingganya nan indah di pantai Kedu Warna, Kalianda.

Sangat beruntung. Mungkin ini menjadi kata yang tepat, kala bisa menikmati senja di Pantai Kedu Warna. Pasalnya, sejak awal Februari lalu, mendung dan hujan selalu mewarnai sore di Kalianda.

"Ini sangat beruntung. Karena hari ini cukup cerah. Senjanya indah," kata Nora, seorang gadis asal Bandar Lampung yang sengaja datang bersama dua temannya ke pantai Kedu Warna untuk menikmati senja.

Pantai Kedu Warna menjadi salah satu tempat terbaik menikmati senja. Hamparan pasir yang cukup luas membentang dengan ditemani deburan ombak. Wilayah ini jadi tempat terbaik menikmati sunset (mentari yang perlahan tenggelam).

Baca juga: 50 Peserta Akan Turun di Kejurnas Paramotor, Pantai Kedu Warna Kalianda

Pantai Kedu Warna sempat porak poranda pasca terjanganan tsunami selat Sunda pada akhir 2018 silam. Namun perlahan pokdarwis pantai yang dikomandoi oleh Sendy Arta, berbenah, dan kinio menghadirkan warna lain pada pantai Kedu Warna.

Kini para pengunjung yang datang tidak hanya bisa menikmati senja, tetapi juga menikmati malam dengan temaram lampu.

"Kemarin teman sempat dengan keluarganya ke sini. Saya lihat fotonya sangat indah. Jadi pingin datang juga," terang Farida, seorang warga dari Kecamatan Ketapang yang datang bersama dengan keluarganya.

Sejak awal tahun lalu, pantai Kedu Warna ini cukup viral dikalangan masyarakat di sekitaran Kalianda dan juga para traveller. Banyak pengunjung yang datang, menikmati malam dengan temaram lampu sembari mendengarkan dendang ombak laut.

Ada beberapa gazebo dari bambu. Juga ada bingbag untuk tempat bersantai. Juga ada café dan pentas live musik akustik. Pantai Kedu Warna ini cukup ramai kala akhir pekan.

Sendi Arta mengatakan pembenahan pantai pasca diterjang tsunami telah dilakukan sejak tahun 2019 silam. Tetapi untuk pemasangan lampu dan penyediaan bingbag di pantai baru pada Desember 2020 lalu.

Baca juga: Potret Bulan Madu Nikita Willy dan Indra Priawan Nikmati Pemandangan Pantai Sambil Menunggu Sunset

Konsep bambu menjadi pilihan. Karenanya untuk gazebo dan fasilitas lainnya yang ada di pantai Kedu Warna berbahan bambu. "Karena saat ini sedang pandemi covid-19, kita memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat kepada setiap pengunjung yang datang," kata Sendi

Pengunjung yang datang pun, tidak hanya dari Kalianda dan sekitaranya. Tetapi juga ada yang dari Bandar Lampung. Bahkan juga ada yang dari Aceh dan Palembang.

"Ke depan kita ingin membuat tempat di tengah kolam yang ada di dekat pantai. Kita akan buat semacam tempat untuk candle light dinner," ujar pria berdarah Yogyakarta itu menambahkan.

Tidak terasa, sang mentari pun tenggelam. Pekat malam berlahan datang. Lampu-lampu yang terpasang di bibir pantai pun menyala. Jingga senja nan indah pun perlahan hilang, hanya deburan ombak yang menjadi teman menghabiskan malam di pantai Kedu Warna. (Tribunlampung/Dedi Sutomo)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved