Breaking News:

Pringsewu

Polsek Gadingrejo Gerebek Rumah Produksi Batu Bata Digunakan untuk Judi, Pelaku Lari Kocar-kacir

Polsek Gadingrejo menggerebek rumah produksi batu bata di Pekon Panjerejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.

Dokumentasi
HO (39) pemilik rumah produksi batu bata. Polsek Gadingrejo Gerebek Rumah Produksi Batu Bata Digunakan untuk Judi, Pelaku Lari Kocar-kacir 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Gadingrejo menggerebek rumah produksi batu bata di Pekon Panjerejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.

Kepala Polsek Gadingrejo Iptu AY Tobing mengatakan, penggerebekan itu dilakukan karena rumah produksi batu bata tersebut digunakan untuk judi kartu remi.

Dalam penggerebekan itu pelaku perjudian kocar-kacir melarikan diri.

Petugas berhasil mengamankan seorang warga berinisial HO (39) pemilik rumah produksi batu bata.

Baca juga: Asyik Bermain Judi Kartu Ceki, 5 Warga Ditangkap Tekab 308 Polres Tulangbawang

Baca juga: Satgas Operasi Cempaka Polres Pesawaran Ringkus Bandar dan Pelaku Judi Togel Online

Diduga, HO telah menyediakan tempat untuk dipergunakan sebagai tempat perjudian.

Selain mengamankan pelaku, aparat juga mengamankan barang bukti diantaranya 4 set kartu remi.

Serta, uang tunai sejumlah Rp 325 ribu, kotak plastik dan dua unit sepeda motor.

"Pengungkapan perjudian tersebut berawal informasi yang masuk pada Senin, 15 Februari 2021 sekira pukul 01.00 WIB," kata Tobing mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Rabu, 17 Februari 2021.

Atas informasi itu lantas petugas melakukan penyelidikkan dan penggerebekkan selang 30 menit kemudian.

Tobing menduga, kehadiran petugas diketahui warga yang sedang melakukan perjudian tersebut. Sehingga langsung melarikan diri.

Baca juga: Kasus Curanmor di Minimarket Pringsewu, Polisi Soroti Tiadanya Juru Parkir

Baca juga: CCTV Rekam Detik-detik Aksi Curanmor di Minimarket Pringsewu

"Dalam penggrebekan 5 orang berhasil melarikan diri, tapi kami berhasil mengamankan pemilik tobong (rumah produksi bata) selaku penyedia tempat berinisial HO” katanya.

Maka pelaku digelandang ke Mapolsek Gadingrejo untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

HO dikenakan pasal 303 ayat (1) ke 1 KUHP.

Ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik )

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved