Breaking News:

Tulangbawang Barat

Polres Tulangbawang Barat Hentikan Kasus Ujaran Kebencian dengan Jalur Damai Sesuai SE Kapolri

Kasus ini terkait dengan ujaran kebencian yang disebarkan akun Facebook Gio Jos terhadap Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Kedua belah pihak sepakat berdamai atas kasus ujaran kebencian yang dilaporkan ke Polres Tubaba. Polres Tulangbawang Barat Hentikan Kasus Ujaran Kebencian dengan Jalur Damai Sesuai SE Kapolri 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG BARAT - Kasus ujaran kebencian atau hate speech yang dilaporkan ke Polres Tulangbawang Barat (Tubaba) akhirnya dihentikan penyidikannya oleh Polres setempat.

Kasus ini terkait dengan ujaran kebencian yang disebarkan akun Facebook Gio Jos terhadap Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba beberapa waktu lalu.

Polisi menghentikan kasus itu secara restorative justice Sesuai Surat Edaran Kapolri No 2 Tahun 2021. 

Konsep restorative justice merupakan suatu pendekatan yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri.

Baca juga: Pemprov Lampung Imbau ASN Tidak Lakukan Ujaran Kebencian

Baca juga: Jabat Tangan Saksi Korban, Terdakwa Penyebar Ujaran Kebencian Asal Lampung Tengah Ini Minta Maaf

Adapun terlapor kasus Hate Speech dalam kasus itu adalah Giyono, Warga Tiyuh Kagungan Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik.

Dia adalah pemilik akun FB Gio Jos yang telah menjalani sejumlah proses musyawarah untuk menyelesaikan kasus itu.

Pendekatan Restorative Justice dilakukan Polres Tubaba dengan menghadirkan sejumlah pihak dari dua belah pihak.

"Kami ucapkan terimakasih atas sikap toleransi yang sangat tinggi dari saudara-saudara kami dari Tiyuh Penumangan yang telah bersedia untuk menyelesaikan persoalan ini dengan jalan damai," ungkap Wakapolres Tubaba Kompol Tri H Prasetyo mendampingi Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman, Kamis (25/02/2021).

Adapun kasus ujaran kebencian itu bermula dari komentar yang diunggah oleh akun Gio Jos mengandung unsur pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terhadap Tiyuh Penumangan.

Sesuai dengan Maklumat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor 2 tahun 2021, bahwa persoalan seperti ini dapat diselesaikan secara Restorative Justice dengan lebih dahulu melihat dari sosiologis hukumnya.

Baca juga: Buat Laporan Palsu Kasus Asusila, Oknum Anggota DPRD Tulangbawang Barat Terancam 7 Tahun Penjara

Baca juga: Kasus Asusila Oknum Anggota DPRD Tulangbawang Barat dengan Wanita, Menginap 2 Kali di Hotel Berbeda

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved