Breaking News:

Berita Nasional

Pengakuan Korban Penipuan CPNS: Terjerat Utang Rp 200 Juta, Anak Gagal Jadi PNS

Uang Rp 200 juta yang dipinjam Kusmiyati dari bank diberikan pada oknum perangkat desa yang mengaku bisa memasukkan anaknya jadi PNS.

Tribunlampung.co.id/Bayu
ILUSTRASI tes CPNS. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ingin anaknya yang baru lulus kuliah dapat kerja, Kusmiyati (47) nekat meminjam uang Rp 200 juta untuk memuluskan jalan agar anaknya diterima jadi bidan PNS.

Uang Rp 200 juta yang dipinjam Kusmiyati dari bank diberikan pada oknum perangkat desa yang mengaku bisa memasukkan anaknya jadi PNS.

Kini, uang setoran agar diterima PNS dibawa kabur, dan anaknya hingga kini tak juga diangkat jadi PNS. 

Sedangkan Kusmiyati tetap harus mengangsur uang pinjaman dari bank yang harus dibayar Rp 5,3 juta per bulan.

Baca juga: Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas

Baca juga: Kasus BCA Salah Transfer, Nasabah Tetap Dijebloskan Penjara meski Berusaha Kembalikan Uang

Kusmiyati (47), warga Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah, mengaku dirinya bukan satu-satunya korban penipuan calon pegawai negeri sipil.

Banyak orang yang senasib dengan dirinya, namun tak berani melapor ke polisi. 

"Sebenarnya banyak korbannya, namun mereka malu dan tidak mau masalah ini dibesar-besarkan," tangis Kusmiyati saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Kamis (25/2/2021) sore Seperti diketahui, Kusmiyati terlanjur berutang Rp 200 juta di bank.

"Bagaimana saya tahan, orang kecil seperti saya punya tanggungan utang sebanyak itu sejak 2015 tanpa hasil sepadan," kata dia.

"Siapa sih yang tak ingin anaknya bekerja selulus kuliah," imbuh Kusmiyati.

Uang itu diserahkan ke tetangganya sebagai mahar agar anaknya lolos jadi pegawai negeri sipil (PNS) di Solo.

Halaman
123
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved