Breaking News:

Berita Nasional

Ibu dan Bayinya Dipenjara di Aceh, Kepala Rutan Ditelepon Sejumlah Politikus

Seorang ibu dan bayinya dipenjara di Aceh setelah divonis bersalah karena melanggar UU ITE atau Undang-Undang Informasi dan Traksaksi Elektronik.

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Kasus ibu dan bayinya dipenjara di Aceh. Kepala Rutan mengaku ditelepon sejumlah politikus. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang ibu dan bayinya dipenjara setelah divonis bersalah karena melanggar UU ITE atau Undang-Undang Informasi dan Traksaksi Elektronik.

Peristiwa tersebut terjadi di Aceh.

Hal itu berawal dari sebuah video viral di media sosial pada 6 April 2020 lalu.

Akibat video itu, Kepala Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, berang.

Baca juga: Sehari Dilantik Wali Kota Solo, Gibran Ikut Razia PSK

Baca juga: Polisi Mengamuk Akibat Terkena Lemparan Batu Massa yang Sedang Tawuran

Video berdurasi 35 detik itu memperlihatkan kericuhan.

Kericuhan melibatkan sang kepala desa dan seorang ibu.

Karena dirasa nama baiknya tercemar, si kepala desa melaporkan pengunggah video itu, Isma (33).

Isma mengunggah video viral tersebut ke Facebook.

Sesosok ibu-ibu yang terlibat perselisihan dengan kepala desa itu ternyata ibunya.

Dari pelaporan pencemaran nama baik itu, Isma kini berada di Rumah Tahanan Negara ( Rutan ) Lhoksukon, Aceh Utara.

Baca juga: Pria di Tuban Tewas Terkena Ban Truk yang Tiba-tiba Meletus

Baca juga: Sopir dan Penumpang Diperiksa, Buntut Bocah Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved