Breaking News:

Listrik PLN Bangkitkan Kembali Lampung Jadi Lumbung Udang Terbesar se-Asia Tenggara

Harapan warga di Kampung Bumi Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang, terhadap listrik PLN sangat besar.

Dokumentasi PLN UID Lampung
Petugas PLN UID Lampung melakukan pemeriksaan jaringan listrik di Kampung Dipasena, Rawajitu Timur, Tulangbawang, Lampung, pertengahan tahun lalu. Mulai Agustus 2020, warga di Kampung Bumi Dipasena mulai menikmati aliran listrik PLN. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG – Harapan warga di Kampung Bumi Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang, terhadap listrik PLN sangat besar.

Warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petambak udang tradisional itu, sudah cukup lelah selama sekitar 10 tahun lamanya merasakan gelap gulita.

Kampung yang pernah menjadi sentra produksi udang terbesar se-Asia Tenggara tersebut perlahan mulai bangkit seiring masuknya listrik PLN di Kampung Bumi Dipasena.

Kehidupan warga di Bumi Dipasena perlahan mulai ‘terang’ ketika listrik PLN masuk di akhir Tahun 2019 dan mulai beroperasi di pertengahan 2020.

Baca juga: Petambak Udang Vaname di Pesisir Pantai Timur Tunda Tabur Benih, Tunggu Kondisi Harga Jual Stabil 

Baca juga: Tambak Udang di Rawajitu Timur Tulangbawang Mendadak Mati karena Virus Myo

Selama hampir 10 tahun, tepatnya mulai Tahun 2011, warga di Bumi Dipasena merasakan gelap gulita akibat mereka memutuskan untuk menjadi petambak mandiri dan lepas dari perusahaan.

Bahkan, kehidupan di kampung tersebut sangat hening. Hanya suara kincir air dan jenset, yang merupakan pasokan daya utama petambak, terdengar ketika malam tiba.

Untuk diketahui, jauh sebelum Tahun 2011, para petambak di Bumi Dipasena menjalankan kerja sama dengan PT Dipasena Citra Darmaja, menggunakan pola kemitraan.

Petugas PLN UID Lampung melakukan pemeriksaan jaringan listrik di Kampung Dipasena, Rawajitu Timur, Tulangbawang, Lampung, pertengahan tahun lalu. Mulai Agustus 2020, warga di Kampung Bumi Dipasena mulai menikmati aliran listrik PLN.
Petugas PLN UID Lampung melakukan pemeriksaan jaringan listrik di Kampung Dipasena, Rawajitu Timur, Tulangbawang, Lampung, pertengahan tahun lalu. Mulai Agustus 2020, warga di Kampung Bumi Dipasena mulai menikmati aliran listrik PLN. (Dokumentasi PLN UID Lampung)

Namun, ketidaktransparanan pihak perusahaan, membuat para petambak berontak dan memutuskan untuk mandiri.

Akhirnya, setelah resmi ‘bercerai’ dengan PT DCD, warga di Kampung Bumi Dipasena merasakan gelap gulita. Sebelumnya, penerangan di kampung tersebut dipasok perusahaan.

Salah seorang warga di Bumi Dipasena, Ari Suharso, menyebut, kondisi di Kampung Bumi Dipasena menjadi lebih hidup sejak listrik PLN masuk.

Baca juga: PLN UID Lampung Bidik Pelanggan dari Kalangan Industri Baru yang Muncul

Baca juga: Telat Bayar Seminggu, Petugas PLN Angkut Meteran Listrik Pelanggan di Bandar Lampung

Halaman
1234
Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved