Kunci Jawaban Buku Tematik

Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 4 Halaman 28, Daerah Tempat Tinggalku

Simak kunci jawaban tema 8 kelas 4 halaman 28 tentang Daerah Tempat Tinggalku. Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi 2017.

Penulis: Reni Ravita | Editor: Hurri Agusto
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Simak, kunci jawaban tema 8 kelas 4 halaman 28 tentang Daerah Tempat Tinggalku. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Simak kunci jawaban tema 8 kelas 4 halaman 28 tentang Daerah Tempat Tinggalku.

Inilah kunci jawaban Buku Tematik Kelas 4 SD Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 3 halaman 28.

Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi 2017 Kelas 4 SD Tema 8, memiliki judul Daerah Tempat Tinggalku.

Sementara, pada Subtema 1 kunci jawbaan buku tematik ini berjudul Lingkungan Tempat Tinggalku.

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 3 Halaman 87 Kain Adat Indonesia

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 3 Halaman 190 Pembelajaran 6 Subtema 4

Adapun dalam artikel ini berisi kunci jawaban pembelajaran 3 di halaman 28.

Sebelum melihat kunci jawaban buku tematik, siswa dapat terlebih dahulu memahami soal kemudian menjawabnya sendiri.

Kunci jawaban pada artikel ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.

Berikut kunci jawaban tema 8 kelas 4 halaman 28 tentang Daerah Tempat Tinggalku.

Asal Mula Bukit Catu

Di pedalaman Pulau Bali, terdapat sebuah desa yang subur.

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 3 Halaman 190, Manfaat Hujan

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 3 Halaman 23 Makanan Hasil Teknologi Pangan

Di sana, tinggal sepasang suami istri.

Mereka bekerja sebagai petani.

Menjelang musim panen, Si suami berkata kepada istrinya.

“Jika nanti hasil panen kita melimpah, buatlah tumpeng nasi yang besar. Kemudian, undanglah tetangga untuk makan bersama.” Istrinya pun setuju.

Kedua suami istri itupun berharap panen mereka melimpah.

Tak lama kemudian, harapan mereka terkabul.

Si Istri menyiapkan tumpeng nasi dan mengundang seluruh penduduk desa untuk makan bersama.

Menjelang musim panen berikutnya, Si suami berkata lagi kepada istrinya

“Semoga panen kita lebih banyak lagi, kalau bisa tiga kali lipat dari sebelumnya. Jika harapanku terkabul, buatkanlah tiga tumpeng nasi yang lebih besar dari sebelumnya.”

Kemudian, Si Istri membuat tiga tumpeng dan mengundang seluruh penduduk desa untuk berpesta kembali.

Beberapa hari kemudian, Si suami pergi ke sawah.

Dalam perjalanan, ia melihat seonggok tanah yang berbentuk seperti catu.

Catu adalah alat penakar nasi yang terbuat dari tempurung kelapa.

“Hmmm, aneh sekali. Sepertinya kemarin gundukan tanah ini tidak ada,” gumam Si suami.

Setelah pulang dari ladang, ia bercerita kepada istrinya.

Kemudian, ia mengajukan usul kepada istrinya.

“Istriku, bagaimana kalau kita membuat beberapa catu nasi? Siapa tahu, kalau kita membuatnya, hasil panen kita akan semakin melimpah.”

Sejak saat itu, Si istri rajin membuat catu nasi.

Setiap catu nasi yang dibuatnya, ia niatkan untuk menambah hasil panennya.

Namun, ada keanehan yang terjadi. Saat pergi ke sawah, onggokan tanah yang ia temukan sebelumnya semakin membesar.

Rupanya, setiap Si istri membuat catu nasi, saat itu pula onggokan tanah membesar.

Sepasang suami istri itu pun tak menyadarinya.

Bahkan, Si istri membuat catu nasi yang lebih besar setiap harinya.

Lama-kelamaan, onggokan tanah itu berubah menjadi sebuah bukit.

Setelah Si petani dan istrinya berhenti membuat catu nasi, onggokan tanah itu pun juga berhenti membesar.

Sejak saat itu, onggokan tanah itu disebut dengan Bukit Catu.

Kunci Jawaban Halaman 28

Jawablah pertanyaan berikut. Kemudian, bacakan hasil tulisan jawabanmu di depan kelas.

1. Siapa tokoh dalam cerita berjudul ”Asal Mula Bukit Catu”?

Jawaban

Petani (suami dan istri) dan penduduk desa.

2. Apa saja peranan tokoh dalam cerita tersebut?

Jawaban

Suami istri dan penduduk desa memiliki peranan sebagai pengemban peristiwa dalam sebuah cerita.

Sehingga peristiwa tersebut mampu terjalin sebagai cerita.

Mereka juga berperan sebagai pembawa pesan, amanat atau sesuatu yang ingin disampiakan pengarang.

3. Apa pesan yang terdapat pada cerita tersebut?

Jawaban

Kita harus mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan Tuhan.

Jangan sombong dan memakasakan kehendak.

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 5 Halaman 79 Tentang Perubahan Lingkungan

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 6 Halaman 69 Aneka Tari Tradisional

Itulah kunci jawaban tema 8 kelas 4 halaman 28 tentang Daerah Tempat Tinggalku( Tribunlampung.co.id / Reni Ravita )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved