Kasus Suap Lampung Tengah

Raden Sugiri Sempat Berniat Robek Surat Persetujuan Pinjaman Rp 300 Miliar ke PT SMI

Pasalnya, Achmad Junaidi Sunardi yang saat itu menjabat Ketua DPRD Lampung Tengah tak mau meneken surat persetujuan.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Deni Saputra
Suasana sidang telekonferensi perkara dugaan suap gratifikasi Lampung Tengah dengan terdakwa Mustafa di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (25/3/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pinjaman dana Rp 300 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) nyaris tidak mendapat persetujuan dari DPRD Lampung Tengah.

Pasalnya, Achmad Junaidi Sunardi yang saat itu menjabat Ketua DPRD Lampung Tengah tak mau meneken surat persetujuan.

Situasi itu sempat membuat kesal Ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung Tengah Raden Sugiri.

Raden Sugiri mengaku sempat meradang hingga ingin merobek surat persetujuan pinjaman PT SMI.

Baca juga: Mustafa Sawer Rp 5 Miliar ke Anggota DPRD Lampung Tengah untuk Muluskan Pinjaman Rp 300 Miliar

Baca juga: Mustafa Pinjam Rp 2 Miliar ke Kerabatnya untuk Bayar Mahar ke PKB

Hal diungkapkan oleh Raden Sugiri dalam sidang perkara dugaan suap gratifikasi Bupati Lampung Tengah di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (25/3/2021).

"Jadi pada tanggal 13 April 2018, itu malam ketemunya, diminta menemani Pak Rusli (Rusliyanto) bertemu dengan Junaidi di Novotel," kata Raden Sugiri.

Raden mengaku awalnya tak mau menemani Rusliyanto untuk menemui Junaidi.

"Tapi ini perintah dari wakil Sinaga. Pas kami ke sana, ternyata Pak Junadi di DPD Golkar. Kami sempat nunggu. Tapi ternyata Pak Junaidi gak mau nemui," bebernya.

Raden mengaku sempat berniat merobek surat pernyataan persetujuan tersebut.

"Itu saking saya kesel. Tapi ditahan sama Pak Rusliyanto," tandasnya.

Sementara dalam kesaksiannya, Achmad Junaidi Sunardi membenarkan dirinya sempat enggan menandatangani surat tersebut.

Alasannya, belum ada penyerahan uang yang dijanjikan Mustafa.

"Ya karena belum memenuhi keuangan terkait uang persetujuan jumlahnya Rp 2 miliar, dan saya tahu dari Natalis," ujarnya.

Kendati demikian, Achmad mengaku menerima sejumlah uang untuk mengesahkan persetujuan itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved