Breaking News:

Universitas Lampung

Siapkan Akselerasi Pembangunan, Unila Jalin Kerjasama dengan Balitbang Lamteng

 Dalam rangka mengakselerasi pembangunan di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lampung Tengah

ist
Dalam rangka mengakselerasi pembangunan di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lampung Tengah membahas rencana kerja sama mendalam dengan Universitas Lampung (Unila). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, - Dalam rangka mengakselerasi pembangunan di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lampung Tengah membahas rencana kerja sama mendalam dengan Universitas Lampung (Unila).

Agenda itu diawali dengan kunjungan Kepala Balitbang Kabupaten Lamteng I Gede Nyoman Suryana ke ruang kerja Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan TIK Prof. Suharso, Ph.D., guna membahas berbagai potensi yang bisa dikerjasamakan.

I Gede Nyoman Suryana pada pertemuan itu mengatakan, dirinya mewakili Balitbang Lamteng ingin meminta dukungan Unila baik sumber daya manusia maupun hasil-hasil penelitian. “Hal ini tidak lain untuk melakukan percepatan pembangunan di Kabupaten Lampung Tengah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Prof. Suharso mengutarakan, MoU antara Unila dan Pemkab Lampung Tengah sebelumnya sudah tertuang dalam nota kesepahaman. Hanya saja, perlu pembaharuan lebih detail terkait poin-poin perjanjian kerja sama.

Sebagai tindak lanjut audiensi ini, Unila akan menerjunkan sejumlah mahasiswa yang saat ini melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Para mahasiswa ini akan diproyeksi untuk menggali berbagai potensi khususnya yang berkaitan dengan percepatan pembangunan di Kabupaten Lampung Tengah.

“Kita tidak bisa ujug-ujug langsung terjun ke Lampung Tengah tanpa hasil observasi memadai,” ujar Prof. Suharso.

Namun secara pasti, mantan Dekan FMIPA Unila ini menguraikan, terdapat tiga hal yang  bisa dikembangkan. Antara lain pola pengembangan desa digital – desa wisata, reformasi birokrasi yang memungkinkan bupati secara langsung dapat memonitor melalui smartphone. Kemudian konsep pembangunan sekolah cassava (singkong) yang bertujuan agar masyarakat memahami proses dari hulu hingga hilir.(*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved