Apa Itu
Apa Itu Gerhana Matahari
Simak, penjelasan tentang apa itu gerhana matahari beserta jenis gerhana matahari.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Hurri Agusto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ada banyak fenomena alam yang terjadi di bumi.
Salah satunya adalah gerhana matahari.
Tapi sebenarnya apa itu gerhana matahari?
Simak, penjelasannya di bawah ini.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gerhana matahari adalah saat bulan terletak di tengah-tengah jarak antara bumi dan matahari sehingga bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi.
Dilansir dari Kompas (23/3/2020), Bumi yang Dinamis mengartikan gerhana matahari adalah bulan menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari.
Meskipun bulan lebih kecil dari matahari, namun bulan dapat menutupi matahari karena bulan lebih dekat ke bumi dibanding matahari.
Ketika bumi, bulan, dan matahari sejajar, bayangan bulan jatuh di bumi menutupi matahari.
Bayang-bayang bulan yang jatuh ke permukaan bumi memiliki dua bagian yaitu bayangan inti (umbra) dan bayangan tambahan (penumbra).
Penduduk bumi yang dilintasi wilayah umbra tidak akan melihat matahari karena seluruh sumber cahayanya ditutupi bulan.
Adapun mereka yang berada di daerah yang dilalui penumbra, masih dapat melihat sebagian sinar matahari.
Jenis gerhana matahari
Gerhana matahari terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis gerhana matahari:
1. Gerhana matahari total
Terjadi saat gerhana matahari mengalami puncak.
Matahari akan tertutup seluruhnya.
2. Gerhana matahari sebagian
Terjadi saat gerhana matahari mengalami puncak.
Piringan matahari hanya tertutup sebagian.
3. Gerhana matahari cincin
Terjadi ketika piringan bulan terletak tepat di depan piringan matahari.
Di sekeliling piringan bulan akan terlihat cincin bercahaya.
4. Gerhana matahari hibrida
Terjadi di bagian bumi tertentu.
Gerhana ini muncul sebagai gerhana total namun di titik lain muncul sebagai gerhana cincin.
Dikutip dari situs Kemdikbud, dalam gerhana matahari cincin, ujung umbra atau bayang-bayang bulan tidak mencapai permukaan bumi.
Hanya perpanjangan umbra (antumbra atau antiumbra) saja yang sampai ke bumi.
Daerah yang dilalui antumbra itulah yang akan melihat matahari seperti cincin bercahaya di langit.
Gerhana matahari berbahaya untuk dilihat dengan mata telanjang.
Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari matahari) walaupun hanya beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata.
Ini karena fotosfer memancarkan radiasi tinggi.
Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan katarak hingga kebutaan.
Panjang gelombang radiasi sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi berkisar antara ultra violet (lebih dari 290 nm) hingga sepanjang gelombang radio.
Padahal, kemampuan jaringan pada mata kita untuk menerima sinar matahari hanya sekitar 380-1400 nm.
Ketika mata menerima radiasi UV itu, maka akan terjadi percepatan penuaan pada lapisan terluar dari mata. Inilah yang akan menyebabkan katarak.
Untuk mengamati gerhana matahari dibutuhkan pelindung mata khusus atau menggunakan metode melihat secara tidak langsung.
Kaca mata hitam (sunglasses) tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.
Baca juga: Apa Itu Lingkungan Hidup dan Pelestarian Lingkungan Hidup
Itulah penjelasan tentang apa itu gerhana matahari. ( Tribunlampung.co.id/ Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/gerhana-matahari-cincin-siang-ini-simak-tata-cara-salat-gerhana-atau-salat-kusuf-2-rakaat.jpg)