Breaking News:

Lampung Selatan

Kawasan Wisata Viral, Pengunjung Bisa Nikmati Indahnya Sunrise di Puncak Bukit Pematang Lamsel 

Aktivitas kapal di pelabuhan Bakauheni yang menjadi penghubung antara pulau Sumatra dan Jawa dapat dinikmati dari puncak Bukit Pematang Sunrise

Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Dua pengunjung saat menikmati keindahan alam dari ketinggian Pematang Sunrise 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI - Aktivitas kapal di pelabuhan Bakauheni yang menjadi penghubung antara pulau Sumatra dan Jawa dapat dinikmati dari puncak Bukit Pematang Sunrise, Desa Klawi, Kecamatan Bakauheni yang kini viral di kalangan para pemburu tempat wisata baru ini.

Bukit Pematang Sunrise merupakan objek wisata baru yang mulai banyak dikenal sekitar 3 bulan terakhir. Mendatangi pematang sunrise mengingatkan kita tentang objek wisata Mangunan di Bantul Yogyakarta.

Bedanya, jika di objek wisata Mangunan dihiasi bukit tebing dengan pemandangan aliran sungai Opak di bawahnya, untuk di Pematang Sunrise kita akan melihat birunya laut selat Sunda dengan segala keindahannya. 

Ardiyanto, anggota Pokdarwis Pematang Sunrise mengatakan, saaf fajar menjadi moment terindah. Karena pengunjung bisa menikmati sunrise (matahari terbit) dari ufuk timur di balik pulau Kandang Balak.

Baca juga: Warga Desa Klawi Harapakan Jaringan PLN

"Ini pulalah yang menjadikan bukit ini dinamai Pematang Sunrise. Karena menjadi tempat paling baik untuk menikmati matahari terbit," kata Ardiyanto kepada Tribunlampung, Rabu (31/3).

Tidaklah terlampau sulit untuk dapat ke objek wisata Pematang Sunrise ini. Akses jalan dari Jalinsum Bakauheni hingga ke Dusun Kayu Tabu di Desa Klawi sudah diaspal hotmik.

Akses lainnya melalui jalan tani yang biasanya dilalui oleh warga dusun Kayu Tabu untuk ke kebun. Tapi akses ini hanya bisa dilewati menggunakan sepeda motor.

Fasilitas objek wisata Pematang Sunrise menyediakan wahana tempat berfoto di bibir tebing mengarah laut dengan latar pulau Kandang Balak dan pelabuhan Bakauheni. Juga ada tempat berfoto diatas pohon, serta beberapa fasilitas lainnya.

"Untuk fasilitas memang belumlah lengkap. Karena memang masih baru. Ke depan ada beberapa fasilitas tambahan yang akan kita buat. Terutama untuk tempat berfoto," ujar Riandi, anggota pengelola lainnya.

Baca juga: Arus Penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni Relatif Normal

Lokasi tempat wisata tersebut pada awalnya merupakan areal kebun pisang. Pemilik areal Bandi s telah mengizinkan lahan garapannya sebagai tempat objek wisata yang dikelola pokdarwis dan pemuda Dusun Kayu Tabu.

Lokasi wisata Pematang Sunrise ini ramai saat akhir pekan. Namun biasanya para pengunjung yang akan bermalam disediakan tenda yang bisa disewa.

Pengunjung tidak hanya dari sekitaran Bakauheni, tetapi juga dari Kalianda dan Sidomulyo. Bahkan banyak pengunjung luar daerah, seperti dari Bandar Lampung, Banten, Jakarta, Palembang dan beberapa daerah lainnya.

Kehadiran objek wisata Pematang Sunrise ini, kian mengukuhkan bangkitnya pariwisata di Bakauheni. Karena selain Pematang Sunrise, Bakauheni telah memiliki objek wisata pantai Minang Rua yang sudah cukup terkenal tidak hanya di Lampung, tetapi di beberapa provinsi lainnya.(Tribunlampung/Dedi Sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved