Breaking News:

Liputan Eksklusif Tribun

Situs Bunuk Jadi Tempat Cari Jodoh, Ratusan Warisan Budaya Tersebar di Lampung Barat

Lampung Barat memiliki sejumlah prasasti dan situs bersejarah peninggalan zaman purbakala. Satu di antaranya Situs Bunuk jadi tempat cari jodoh.

Tangkap Layar Harian Tribun Lampung Edisi Rabu
Ilustrasi. Lampung Barat memiliki sejumlah prasasti dan situs bersejarah peninggalan zaman purbakala. Satu di antaranya Situs Bunuk jadi tempat cari jodoh. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Kabupaten Lampung Barat memiliki sejumlah prasasti dan situs bersejarah peninggalan zaman purbakala. Beberapa di antaranya telah diteliti arkeolog.

Bahkan, oleh masyarakat sejumlah situs kerap dijadikan sebagai tempat melakukan berbagai ritual, mulai dari meminta jodoh, naik jabatan, cari jimat, dan lainnya. Satu di antaranya Situs Bunuk jadi tempat cari jodoh.

Tribun Lampung menelusuri beberapa situs dan prasasti peninggalan purbakala itu selama sepekan terakhir (25-30/3/2021).

Di antaranya, Situs Bunuk Tenuwar atau Situs Hujung Langit atau kerap disebut juga Situs Hanakau, Situs Batu Kebayan dan Situs Batu Tumpat.

Situs Bunuk Tenuwar berada di Pekon Harakuning Jaya, Sukau, Lampung Barat. Situs bersejarah ini merupakan batu berbentuk kerucut dengan tinggi sekitar 162 cm dan lebar 60 cm.

Situs ini dilindungi dengan pagar besi. Di satu sisi batu itu terdapat tulisan aksara kuno yang terdiri 18 baris. Situs ini sangat populer di kalangan masyarakat Lambar.

Menurut Kadisdikbud Lampung Barat Bulki Basri didampingi Kepala Badan Kebudayaan Riady Andrianto, Situs Hanakau ini merupakan satu di antara warisan budaya di Lambar.

Namun, situs tersebut belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Situs ini pertama kali ditemukan tahun 1912 oleh Tim Pegawai Dinas Topografi.

Selanjutnya pada tahun 1954-1957, para peneliti yang dipimpin oleh LC Damais melakukan penelitian untuk membaca tulisan di prasasti tersebut.

Substansi utamanya adalah untuk mengetahui angka tahun prasasti tersebut. Hasilnya, diketahui prasasti sudah ada sejak 919 tahun Saka atau 997 Masehi.

Halaman
1234
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved