Lampung Selatan
Bidik Rp 6 Triliun, ASDP Indonesia Ferry Siap Melantai di Bursa Efek
Direktur PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, ada pertimbangan utama yang mendasari keputusan perseroan untuk melantai di bursa
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry berencana melepas saham ke publik lewat mekanisme penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 2022 mendatang.
Rencana ini bisa terealisasi setelah ada lampu hijau dari para pemegang saham untuk mencari pendanaan melalui pasar modal, termasuk opsi melakukan IPO.
Direktur PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, ada pertimbangan utama yang mendasari keputusan perseroan untuk melantai di bursa.
Satu di antaranya, mengejar target pendapatan lebih dari Rp 6 triliun pada 2024 mendatang.
Baca juga: ASDP Buka Rute Penyeberangan Patimban-Panjang
Baca juga: PT ASDP Operasikan 7 Dermaga di Pelabuhan Bakauheni Antisipasi Lonjakan Penumpang
Pada tahun 2019 lalu, ASDP berhasil mencatatkan pendapatan Rp.3,3 triliun dengan laba bersih Rp.315 miliar. Hasil ini tumbuh signifikan dibandingkan tahun 2018 dengan catatan pendapatan sebesar Rp. 2,9 triliun dan laba bersih Rp. 255 miliar,” kata Ira Puspadewi melalui siaran pers yang diterima Tribunlampung, Jumat (2/4).
Menurut Ira Puspadewi, sudah hampir setengah abad ASDP hadir sebagai moda transportasi umum yang diandalkan masyarakat, baik di kawasan barat maupun timur Indonesia.
Bahkan, ASDP telah menjadi tulang punggung transportasi bagi sektor logistik.
Sejak awal pandemi Covid-19 pun, layanan penyeberangan tetap hadir untuk sektor logistik demi menjaga pasokan di daerah tetap stabil.
"Hampir setengah abad kami melayani negeri, ASDP akan selalu menghadirkan layanan yang terbaik bagi pengguna jasa dan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Ira.
Lebih lanjut dia mengatakan, ada tiga rencana besar yang akan membawa perubahan (game changer) menjadi fokus perseroan saat ini.
Mulai dari proyek Bakauheni Harbour City, peningkatan market share melalui rencana akuisisi perusahaan penyeberangan, dan target besar kami untuk go public.
“Dengan semangat hari ulang tahun ke-48 yang berkobar di tengah pandemi Covid-19, ASDP pada tahun 2021 ini akan fokus melakukan inovasi dan peningkatan layanan berkelanjutan bagi pengguna jasa penyeberangan di seluruh Indonesia,” beber Ira Puspadewi.
Khusus untuk proyek Bakauheni Habour City akan menjadi fokus pada tahun 2021 ini.
Proyek ini merupakan pengembangan kawasan pariwisata di simpul konektivitas utama Jawa-Sumatera dalam mendukung Jalan Tol Lintas Sumatera serta mengintegrasikan pelanggan kapal-kapal di lintasan Merak-Bakauheni yang pada tahun 2019 sudah mencapai 20 juta penumpang.
"Untuk pembangunan tahap pertama tahun 2021, ASDP akan membangun Masjid Bakauheni yang akan didukung Bank Syariah Indonesia," terang Ira Puspadewi.
Masjid Bakauheni akan dibangun tiga lantai di atas tanah seluas 3,6 ha.
Masjid itu dapat menampung lebih dari 2.000 jamaah dengan area parkir seluas 9.000 meter persegi.
Eksistensi masjid tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk ibadah saja, melainkan sebagai syiar Islam yang mampu membangkitkan semangat rohani bagi masyarakat sekitar dan wisatawan sehingga tidak hanya menjadi kawasan wisata yang bersifat Social Commercial Cultural tourism namun juga bersifat Spiritual Cultural Tourism.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah hadir selama 48 tahun, dengan bangga menyatukan nusantara melalui layanan kapal antarpulau.
Tercatat, ada 35 pelabuhan di bawah 29 kantor cabang yang melayani transportasi negeri ini dengan mengoperasikan 204 unit kapal yang menghubungkan 266 lintasan. ( Tribunlampung.co.id / Dedi Sutomo )
Baca berita Lampung Selatan lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/asdp-indonesia-ferry-siap-melantai-di-bursa-efek.jpg)