Breaking News:

Wawancara Khusus

Direktur RSJ Bicara Kesehatan Jiwa Masyarakat Lampung

Ada banyak kejadian di luar nalar manusia. Hal ini kerap dikait-kaitkan dengan kesehatan jiwa seseorang.

youtube
Direktur RS Jiwa Lampung Ansyori. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ada banyak kejadian di luar nalar manusia. Hal ini kerap dikait-kaitkan dengan kesehatan jiwa seseorang.

Satu kasus, seorang anak membunuh ayah kandungnya di Lampung Tengah. Sang anak bahkan menenteng bagian tubuh orangtuanya itu keliling kampung.

Bagaimana cara melihat seseorang mengalami gangguan jiwa dan seberapa penting kesehatan jiwa itu? Berikut petikan wawancara Tribun Lampung dengan Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung dr Ansyori.

Masih banyak orang yang awam dan belum memahami secara mendalam soal kesehatan jiwa. Bisa jelaskan tentang itu?

Orang itu harus senang dan bahagia. Dia bisa menerima kelebihan dan kekurangan dirinya sendiri. Bisa menerima orang lain dan bisa bersosialisasi dengan orang lainnya. Lalu bisa mengerjakan kegiatan sehari-hari. Apabila hal-hal tersebut tidak bisa dilakukan maka terjadinya gangguan kejiwaan.

Bicara soal Rumah Sakit Jiwa (RSJ), orang mungkin langsung mengasosiasikan sebagai tempat bagi orang-orang yang kesehatan jiwanya terganggu. Seperti apa sebenarnya?

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang yang ke RSJ, pastinya ada gangguan kejiwaan. Namun RSJ tidak hanya melayani gangguan kejiwaan saja. Kita ada layanan radiologi, psitoraphy, penyakit dalam, anak dan saraf. RSJ Lampung juga sebagai tempat penelitian dan pendidikan. Bahkan RSJ juga tempat rehabilitasi bagi orang kecanduan narkotika.

Apa saja yang termasuk sebagai gangguan kejiwaan?

Gangguan jiwa itu secara umum yakni mereka yang cemas ringan dan depresi atau ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa).

Bagaimana mengenali orang yang kesehatan jiwanya terganggu?

Kalau gangguan kesehatan jiwa secara ringan belum bisa diketahui secara kasat mata. Kalau gangguan jiwa berat bisa terlihat. Ia tidak merawat badan, tidak bisa bekerja, bicara kadang kacau, tidak bisa menerima orang lain serta menjaga jaraknya  dengan masyarakat.

Baca selengkapnya wawancara eksklusif Tribun ini di koran Tribun Lampung edisi Sabtu, 3 April 2021.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved