Breaking News:

Lampung Selatan

Rp 350 Ribu per Kuintal, Petani Lampung Selatan Keluhkan Anjloknya Gabah Kering Panen

Nasib petani di tengah pandemi Covid-19 saat ini, turut terpukul. Bagaimana tidak, kini harga gabah kering panen (GKP) mengalami penurunan.

Tribun Lampung/Dedi Sutomo
PANEN PADI - Petani sedang panen padi di wilayah Kecamatan Rajabasa Lamsel, Minggu (4/4). 

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Nasib petani di tengah pandemi Covid-19 saat ini, turut terpukul. Bagaimana tidak, kini harga gabah kering panen (GKP) mengalami penurunan.

Saat ini harga GKP di tingkat petani hanya sekitar Rp 350 ribu per kuintal. Ini jauh dari harga akhir tahun lalu yang sempat menyentuh pada kisaran Rp 420 ribu per kuintal.

Penderitaan ini masih ditambah dengan naiknya harga penebusan pupuk bersubsidi mulai tahun ini.

Naiknya harga penebusan pupuk bersubsidi berdampak pada peningkatan biaya produksi.

"Beginilah kita petani. Harga pupuk naik, tetapi harga gabah turun. Lalu siapa yang mau perduli dengan nasib petani seperti ini," ujar Takim, petani di Kalianda, Minggu (4/4).

Baca juga: WBP Lapas Way Kanan Panen Raya Perdana Tanaman Terong

Harga tebus pupuk bersubsidi saat ini mengalami kenaikan. Untuk urea yang semula Rp1.800 per kg menjadi Rp 2.250 per kg. Sedangkan untuk pupuk jenis SP dari Rp 2.000 per kg menjadi sekitar Rp 2.400 per kg.

Belum lagi ditambah dengan biaya untuk penyemprotan pestisida dan lainnya. Petani kini benar-benar terjepit.

Meski hasil panen yang didapatkan cukup baik rata-rata 6 ton. Tapi dengan turunnya harga GKP saat ini, petani harus mengubur asanya mendapatkan pendapatan yang memuaskan.

"Bagaimana yang menjadikan petani berjaya. Kalau harga gabahnya saja turun. Sementara pupuk dan lainnya naik. Petani Berjayanya dari mana. Itu Cuma mimpi," ujar Agus, petani di Penengahan.

Baca juga: Harga Jual Gabah Basah di Kota Metro Turun, Hama Tikus Masih Krusial Dialami Petani

Penurunan harga GKP juga diakui Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNS) Lampung Selatan, M Amin Syamsudin.

Menurut dirinya, harga gabah cukup jauh mengalami penurunan jika dibanginkan tahun lalu. Tahun lalu, lanjutnya, harga GKP terendah masih pada kisaran Rp 380 ribu per kuintal hingga Rp.400 ribu per kuintal.

Tetapi pada musim panen awal tahun ini, harga gabah sudah terjun bebas. Dimana untuk GKP saat ini Rp 350 ribu per kuintal. Itu pun, lanjutnya, pembelinya juga jarang.

"Sudah harga gabah turun pembelinya juga jarang.Banyak yang pembelinya utang dulu," kata dia.
Kondisi ini, lanjutnya, tentu menyulitkan petani. Apalagi saat ini menjelang memasuki puasa Ramadhan dan di tengah pandemi Covid-19.

Amin mengatakan, penurunan harga GKP berbanding terbalik dengan harga jagung.Saat ini harga jagung cukup baik hingga Rp 3.500 per kg di tingkat petani.

Tetapi saat ini petani tidak sedang musim panen jagung. Justru petani jagung baru akan masuk tanam. Biasanya, saat panen nanti harga jagung akan bernasib sama dengan harga gabah.(ded)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved