Breaking News:

Tulangbawang

Kasus Dugaan Korupsi DAK Disdik Tuba Segera Bergulir ke Pengadilan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulangbawang segera melimpahkan kasus dugaan korupsi kegiatan fisik dana alokasi khusus (DAK)

Kasus Dugaan Korupsi DAK Disdik Tuba Segera Bergulir ke Pengadilan
net
Ilustrasi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulangbawang segera melimpahkan kasus dugaan korupsi kegiatan fisik dana alokasi khusus (DAK) pendidikan di Dinas Pendidikan setempat tahun 2019 senilai Rp 49 Miliar.

Dalam kasus itu, penyidik Kejari Tulangbawang telah menetap mantan Kadisdik Tuba Nazaruddin, sebagai tersangka. Selain Nazaruddin, kejaksaan juga telah menetapkan satu tersangka lainnya berinisial GAN, dari wiraswasta.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulangbawang Leonardo Adiguna memastikan, saat ini tahap penyidikan kasus tersebut telah rampung.

Baca juga: Korupsi Pasar Cendrawasih, Kejari Metro Periksa 27 Saksi

Proses pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN) Menggala segera dilakukan setelah berkas selesai diteliti oleh jaksa peneliti Kejari Tulangbawang.

Menurut dia, saat ini proses pemberkasan masih diteliti oleh jaksa peneliti. 

"Berkas sudah diserahkan dari jaksa penyidik ke jaksa peneliti. Tinggal menunggu hasil penelitian berkas oleh jaksa peneliti, apakah dinyatakan P19 atau P21, kalau P21 langsung kita limpahkan ke pengadilan," terang Leonardo, Rabu (7/4) siang.

"Kalau proses penyidikan sudah selesai, tinggal menunggu hasil penelitian dari jaksa peneliti, karena prosedurnya begitu," ungkapnya.

Mantan Kasipidsus Kejari Pringsewu ini menegaskan, dalam kasus itu pihaknya telah memeriksa 110 saksi.

Ini guna mendalami adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan gratifikasi pelaksanaan pengelolaan DAK Disdik Tuba tahun 2019.

"Sudah 110 saksi yang diperiksa, mayoritas (yang diperiksa) kepala sekolah. Ada juga pihak dari Disdik. Penyidikan terus kita dalami," ungkap Leonardo.

Baca juga: Dugaan Korupsi DAK Disdik Tulangbawang Terus Bergulir, Kejari Tetapkan 1 Tersangka Baru

Dia memastikan segera melakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke pengadilan setelah proses penyidikan dianggap lengkap dan rampung. Ketika dilimpahkan ke pengadilan, akan langsung dilakukan penahanan terhadap para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Secepatnya (pelimpahan), mudah-mudahan sebelum Lebaran kasus ini sudah bergulir ke pengadilan," ungkap alumni Fakultas Hukum Unila angkatan 2004 ini.

Leonardo menegaskan, pihaknya tidak mau terburu-buru untuk melimpahkan kasus ini ke pengadilan. Sebab, menurutnya, diperlukan kejelian dan kehati-hatian untuk merunut jejak kasus ini.(end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved