Breaking News:

UM Metro

WR 3 UM Metro Targetkan Organisasi Kemahasiswaan Pahami Standar Manajemen Kegiatan dan Keuangan

Wakil Rektor 3 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro Drs. Anak Agung Oka, M.Pd. undang pengurus inti dan pembina organisasi kemahasiswaan di lingkungan

ist
Wakil Rektor 3 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro Drs. Anak Agung Oka, M.Pd. undang pengurus inti dan pembina organisasi kemahasiswaan di lingkungan UM Metro dalam Workshop Organisasi Kemahasiswaan yang berlangsung di aula gedung E, Rabu (07/04/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Wakil Rektor 3 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro Drs. Anak Agung Oka, M.Pd. undang pengurus inti dan pembina organisasi kemahasiswaan di lingkungan UM Metro dalam Workshop Organisasi Kemahasiswaan yang berlangsung di aula gedung E, Rabu (07/04/2021).

Syaifudin Latif Darmawan, M.Pd. selaku ketua panitia menuturkan ada dua tujuan yang akan didapat pengurus organisasi kemahasiswaan dalam workshop tersebut.

“Tujuan diadakan workshop organisasi kemahasiswaan ini adalah yang pertama pengurus dapat membuat program kerja dengan baik. Jika sudah memahami standar kegiatan mana saja yang boleh dilakukan dan mana saja yang tidak boleh dilakukan, maka tentu program kerja ke depan dapat mengikuti peraturan yang ada,” kata Syaifudin.

Lalu yang kedua, sambungnya, pengurus organisasi kemahasiswaan dapat membuat laporan kegiatan dan keuangan sesuai standar.

Syaifudin juga menyampaikan, sebagai aktivis di lingkungan UM Metro, para pengurus organisasi kemahasiswaan juga harus memahami peran mereka.

“Perlu saya sampaikan bahwa peran UKM/HMJ selain untuk memfasilitasi/menyediakan kegiatan untuk pengembangan bakat dan minat atau softskill, adalah agen promosi UM Metro kepada masyarakat di daerah masing-masing,” tambahnya.

Menurutnya, UM Metro dapat tumbuh besar dengan adanya kerja sama dari mahasiswa khususnya para aktivis yang menjadi corong utama.

Sejalan dengan pernyataan Syaifudin, Oka menyampaikan aktivis mahasiswa saat ini dituntut aktif oleh Kemdikbud.

“Kemdikbud melalui Ditjen Dikti telah merilis berbagai program yang harus disambut baik oleh mahasiswa salah satunya Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa atau yang disingkat PHP2D. Dananya lumayan besar maksimal 40 juta rupiah,” jelas Oka.

Lebih lanjut, Oka menjelaskan peluang penerima hibah tersebut khusus diperuntukkan bagi pengurus organisasi kemahasiswaan.

“Menariknya para pengusul hibah ini bukan dari mahasiswa biasa, melainkan diperuntukkan bagi para aktivis mahasiswa. Ya siapa lagi kalo bukan generasi muda di ruangan ini,” tukasnya.

Sebagai informasi selain Oka, Kegiatan workshop ini diisi oleh Wakil Rektor II Suyanto, S.E., M.Si., Akt., CA., ACPA., CRA. dengan bahasan ‘Kebijakan Keuangan Mengenai Penyusunan Program Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa,’ dan Kepala Biro Administrasi Keuangan Nedi Hendri, S.E., M.Si., Akt., CA., ACPA., CPA., CRA. dengan tema ‘Penyusunan Laporan Keuangan Program Kerja Unit Kegiatan Mahasiswa.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved