Apa Itu
Apa Itu Teks Narasi
Teks narasi seringkali terdengar di dalam pelajaran bahasa Indonesia. Berikut ini adalah penjelasan apa itu narasi.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Riyo Pratama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Teks narasi seringkali didengar di dalam pelajaran bahasa Indonesia.
Tapi apa itu narasi? Berikut ini adalah penjelasannya!
Teks narasi sendiri diartikan Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki tiga arti.
Pertama, pengisahan suatu cerita atau kejadian.
Kedua, cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa; kisahan.
Ketiga, tema suatu karya seni.
Narasi juga merupakan bentuk wacana yang menceritakan suatu peristiwa sehingga bisa membuat pembacanya seakan-akan mengalami hal tersebut.
Dilansir dari Kompas.com (23/2/2021), dalam buku Argumentasi dan Narasi (2010) oleh Gorys Keraf, teks narasi adalah suatu karangan cerita yang menyajikan serangkaian peristiwa kejadian.
Teks narasi tersusun secara kronologis sesuai dengan urutan waktunya.
Peristiwa tersebut bisa benar-benar terjadi, maupun hanya khayalan saja.
Umumnya karangan atau teks narasi diciptakan dengan tujuan menghibur pembaca dengan pengalaman estetis melalui kisah dan cerita, baik fiksi atau nonfiksi.
Selain memberikan pengalaman estetis, tujuan teks narasi, yaitu:
1. Memberikan wawasan kepada pembaca
2. Memberikan hiburan
3. Memberikan informasi untuk pengetahuan
Sedangkan untuk teks cerita inspiratif memiliki tujuan di antaranya menceritakan kisah perjuangan hidup seseorang dan menggugah semangat orang lain.
Ciri-ciri teks narasi
Ciri-ciri dari karangan teks narasi, adalah:
1. Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
2. Dirangkai dalam urutan waktu
3. Berusaha menjawab pertanyaan apa yang terjadi
Sedangkan menurut Suparno dan Yunus dalam Keterampilan Dasar Menulis (2008), ciri-ciri teks narasi yang mebedakan dengan karangan lain adalah ragam wacana yang menceritakan gambaran dengan jelas kepada pembaca.
Mulai dari fase, langkah, urutan, atau rangkaian terjadinya sesuatu hal.
Teks narasi melakukan penambahan ilmu pengetahuan melalui jalan cerita, bagaimana suatu peristiwa itu berlangsung.
Unsur-unsur teks narasi
Selain ciri-ciri, teks narasi juga memiliki unsur-unsur pembangunnya, sehingga dapat dipastikan bahwa teks tersebut adalah sebuah teks narasi.
Berdasarkan Gorys Keraf dari bukunya Argumentasi dan Narasi (2010), struktur teks narasi dapat dilihat seperti:
1. Alur (plot)
Alur merupakan rangkaian pola tindak-tanduk yang berusaha memcahkan konflik yang terdapat pada narasi, berusaha memulihkan situasi narasi ke dalam situasi yang seimbang dan harmonis.
Alur adalah kerangka dasar yang sangat penting dalam kisah.
Alur mengatur bagaimana tindakan-tindakan harus berhubungan satu sama lain, bagaimana suatu peristiwa memiliki hubungan satu sama alin.
Selain itu juga bagaimana tokoh-tokoh harus digambarkan dan berperan dalam tindakan, serta bagaiman situasi dan perasaan karakter yang terlibat dalam kesatuan waktu.
2. Perbuatan
Dalam narasi, setiap tindakan harus diungkapkan secara terperinci dalam komponen-komponennya sehingga pembaca merasakan seolah-olah menyaksikan semua kejadian dalam narasi.
Setiap perbuatan atau angkaian tindakan itu harus dijalin satu dengan yang lain dalam suatu hubungan yang logis, suatu hubungan yang masuk akal.
Penokohan (karakter) Narasi yang baik akan memperhatikan masalah interaksi antartokoh dan perilakunya.
Agar sebuah narasi dapat dipahami, maka harus menampilkan karakter tokoh yang detail.
Mulai dari fisik, motivasi, hingga tingkah lakunya.
Proses menampilkan dan menggambarkan tokoh melalui karakter-karakternya disebut karakterisasi.
3. Latar
Latar bisa diartikan sebagai tempat terjadinya peristiwa yang digambarkan dalam narasi.
Tempat atau latar tersebut harus disetting agar sesuai.
Latar dapat digambarkan secara terperinci atau secara sketsa, sesuai fungsi dan perannya dalam narasi.
Latar dapat menjadi unsur yang penting dalam kaitannya dengan adegan atau peristiwa yang terjadi atau hanya sebagai unsur tambahan saja.
4. Sudut pandang
Sudut pandang dalam narasi adalah bagaimana seseorang menceritakan narasi dengan peristiwa yang berlangsung dalam kisah tersebut.
Orang yang membawakan kisat tersebut bertindak sebagai pengamat atau peserta dalam peristiwa.
Tujuan sudut pandang adalah sebagai suatu pedoman atau panduan bagi pembaca mengenai peristiwa atau pkarakter dalam sebuah narasi.
Sudut pandang dalam narasi mempersoalkan siapakah narator dalam narasi tersebut dan apa hubungannya dengan seluruh peristiwa serta karakter dalam narasi.
Langkah menulis dan kebahasaan
Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, langkah menulis teks narasi, sebagai berikut:
1. Cari dan tentukan tema serta amanat yang akan disampaikan.
2. Tentukan sasaran pembaca Buat rancangan mengenai peristiwa utama dalam bentuk alur sesuai pada skema yang ingin ditampilkan.
3. Rangkai urutan peristiwa utama tersebut menjadi beberapa bagian, seperti pembukaan, perkembangan, dan akhir cerita.
4. Membuat rincian dan penjelasan mengenai kejadian-kejadian utama secara mendetail untuk dijadikan sebagai pendukung cerita.
5. Susun skema tokoh, watak. alur, latar, dan sudut pandang.
7. Memahami dan mengerti bagaimana aturan tanda baca setiap kalimat yang ada di dalam cerita.
Sedangkan unsur kebahasaan dalam membuat teks narasi, yaitu:
1. Menggunakan kata kiasan (metafora) seperti raja siang, raja malam, tulang punggung, dan lainnya.
2. Menggunakan kata kerja transitif (kata kerja dengan obyek), seperti saya makan sebuah jeruk.
3. Menggunakan kata kerja intransitif (kata kerja tanpa obyek), misalnya, adek jatuh
4. Menggunakan kata benda, sifat, frasa, atau klausa
5. Menggunakan kata penghubung penanda urutan waktu, contohnya pertama-tama, kemudian, akhirnya, dan lain sebagainya.
Demikian, penjelasan apa itu narasi. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/teks-narasi.jpg)