Breaking News:

UMKM Lampung

Gula Semut Produksi Hari Diminati Warga Jabodetabek

Sudah tujuh bulan, Haris, warga Way Kalam, Kecamatan Penengahan Lampung Selatan merintis usaha pembuatan gula semut dari aren

Tribun Lampung/Dedi Sutomo
GULA SEMUT - Gula semut produksi Haris, warga Way Kalam, Kecamatan Penengahan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Sudah tujuh bulan, Haris, warga Way Kalam, Kecamatan Penengahan Lampung Selatan merintis usaha pembuatan gula semut dari aren.

Ketekunnya membuahkan hasil. Produknya kini banyak diminati konsumen dari Jabodetabek.
"Kalau untuk pembeli, terbanyak dari Jabodetabek. Kalau untuk Lampung sendiri, belum begitu banyak," kata dia, Jumat (9/4).

Haris mengatakan, dirinya memiliki dua varian gula semut. Ada yang original, jahe, dan kayu manis. "Sejauh ini yang paling banyak diminati masih yang jahe. Tetapi untuk yang original juga lumayan banyak peminatnya," ujarnya.

Baca juga: Kuliner Lampung, Es De Coffee Hasilkan Olahan Kopi dan Gula Semut Asal Desa Sidokayo

Tingginya peminat gula semut jahe dan kayu manis ini karena ada rasa rempahnya. Sehingga menjadi minuman menyegarkan seperti halnya wedang jahe atau wedang uwuh di Jawa.

Gula semut original dibanderol seharga Rp 15 ribu per bungkus. Sedangkan untuk gula semut jahe dan kayu manis Rp 25 ribu per bungkus.

Untuk bahan baku, ia memanfaatkan bahan baku lokal.Baik untuk nira aren untuk membuat gula maupun untuk jahe dan kayu manis.(ded)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved