Breaking News:

Tulangbawang

PLN Sebut Tuduhan Pungli Pemasangan Listrik di Dente Teladas Tuba Hoaks  

PLN Distribusi Lampung membantah adanya kongkalikong dalam pelayanan listrik layanan multiguna di Desa Bratasena Mandiri dan Desa Adiwarna Bratasena

PLN Sebut Tuduhan Pungli Pemasangan Listrik di Dente Teladas Tuba Hoaks  
ILUSTRASI
ILUSTRASI - Pembangkit Listrik PLN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - PLN Distribusi Lampung membantah adanya kongkalikong dalam pelayanan listrik layanan multiguna di Desa Bratasena Mandiri dan Desa Adiwarna Bratasena, Kecamatan Dente Taladas, Kabupaten Tulangbawang.

Humas PLN Lampung Junarwin mengatakan, pihaknya mendapat surat kaleng dari sejumlah LSM dengan tuduhan dugaan pungutan liar dalam pemasangan listrik layanan multiguna di Desa Bratasena Mandiri dan Desa Adiwarna Bratasena.

Namun, kata dia, dari sekian banyak surat kaleng itu pihaknya tidak menemukan kebenaran fakta yang dituduhkan tersebut.

"Intinya surat tersebut fitnah dan hoaks terhadap PLN, yang katanya ada kolusi jahat dengan pihak Koperasi Bima Utama Sakti," kata Junawrin, melalui posnsel, Minggu (11/4).

Baca juga: Permudah Pelanggan Tambah Daya, PLN Hadirkan Paket Ramadan Peduli dan Ramadan Berkah

Ia menjelasakan terkait layanan listrik multiguna di dua desa di Kecamatan Dente Taladas, pendaftarannya dijembatani Koperasi Bima Utama Sakti, Pertambakan Bratasena, Tulangbawang dan kewenangannya ada di UP 3 metro.

Dalam proses layanan listrik multiguna Koperasi Bima Utama Sakti menjembatani anggotanya melakukan pemasangan listrik untuk menjadi pelanggan resmi.

"Kemungikinan ada persaingan tidak sehat, dari situ ada tudingan-tudingan KKN dan pungutan liar. Tapi tuduhan itu tidak benar," ujarnya.

Menurut dia, pelanggan yang didaftarkan Koperasi Bima Utama Sakti ke PLN IUD Distribusi Lampung, setelah diverifikasi dan memenuhi syarat maka layak mendapatkan sambungan

"Pendaftarannya melalui online, kadang-kadang masyarakat kurang paham sehingga meminta bantu dijembatani koperasi setempat untuk pendaftaran listrik.Setelah koperasi mendaftarkan ke PLN kemudian pengguna melakukan pembayaraan ke PLN," terangnya.

Baca juga: PLN Siap Optimalkan Pemanfaatan FABA, Dorong Kualitas Lingkungan yang Lebih Baik

Ketua Umum Koperasi Bima Utama Sakti Bratasena I Gede Bahiasa Artana, membantah tudingan-tudingan yang ada di surat kaleng tersebut.

"Itu tidak benar, saya dibilang melakukan pungutan liar dan lainnya, karena apa yang kami lakukan di koperasi ini sebagai jembatan para anggota maupun di luar anggota untuk pemasangan listrik," ujarnya.

Ia menegaskan pendaftaran pemasangan listrik melalui koperasi untuk membantu masyarakat yang kurang paham terkait pendaftaran online, dan sudah sesuai prosedur.

"Kami tidak memaksa anggota ataupun masyarakat mendaftar, silahkan bila ingin mendaftar sendiri boleh, dibantu oleh kami silahkan, akan kami bantu, kami sudah sesuai prosesurnya," terangnya.

Gede juga membantah jika dirinya dihubung-hubungkan dengan GM PLN IUD Distribusi Lampung.

"Saya dihubungkan dengan Manager Distribusi Lampung itu tidak benar. Memang nama awal sama tapi tidak ada hubungan. Saya pun tidak kenal dengan GM PLN Distribusi Lampung," pungkasnya. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved