Breaking News:

Universitas Lampung

Rektor Unila Prof Karomani Ikuti Webinar Revitalisasi Pancasila pada Masa Pandemi Covid 19

Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Karomani, M.Si., memberi sambutan pada Webinar “Revitalisasi Pancasila pada Masa Pandemi Covid-19: Tantan

ist
Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Karomani, M.Si., memberi sambutan pada Webinar “Revitalisasi Pancasila pada Masa Pandemi Covid-19: Tantangan dan Respons” via Zoom, Rabu, 14 Maret 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Karomani, M.Si., memberi sambutan pada Webinar “Revitalisasi Pancasila pada Masa Pandemi Covid-19: Tantangan dan Respons” via Zoom, Rabu, 14 Maret 2021.

Webinar yang diselenggarakan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, ini dibuka resmi Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., dan diikuti hampir 700 peserta.

Prof. Karomani yang hadir sebagai Ketua Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB) dalam sambutannya menyampaikan, sekali lagi Pancasila akan membuktikan diri sebagai ideologi yang mampu mengaktualisasi diri untuk memecahkan masalah bangsa.

Lima nilai pokok yang terkandung dalam Pancasila akan membimbing masyarakat Indonesia menjawab pertanyaan mengenai bagaimana kita mesti memberi makna pada Covid-19, bagaimana setiap pihak dapat bekerja sama menghadapi, serta ikhtiar melaksanakan nilai-nilai tersebut.

“Mari jadikan Pancasila sebagai paradigma dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutur alumni UPI tersebut.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kaitan revitalisasi Pancasila dengan penanganan Covid-19 di Indonesia, Prof. Karomani mengungkapkan, penerapan nilai-nilai Pancasila di masa pandemi saat ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran, kekompakan, dan solidaritas satu sama lain sehingga Covid-19 bisa ditangani bersama.

“Misalnya, kita harus taat protokol kesehatan, kenapa? Karena kalau tidak sehat, tidak bersama-sama kita lakukan, maka Covid-19 tidak akan cepat berakhir. Kebersamaan itu, gotong royong itu, bagian dari nilai-nilai Pancasila. Persatuan, kemudian gotong royong, dan seterusnya itu bagian dari nilai-nilai Pancasila. Maka kita harus membangkitkan nilai-nilai persatuan gotong royong, kebersamaan, empati satu sama lain,” ujar Profesor Bidang Ilmu Komunikasi Sosial Unila ini.

Ia menambahkan, ikhtiar menangani Covid-19 juga harus diiringi doa sebagai cermin nilai-nilai Ketuhanan yang Maha Esa pada sila pertama Pancasila. Bahwasannya pandemi tersebut ada yang memilikinya, yaitu Tuhan Sang Pencipta.

Mewakili FRPKB, dirinya juga menyampaikan akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang mengangkat tema penguatan karakter dalam bentuk seminar, penelitian, pengabdian, membantu satu sama lain, baik berupa pikiran, materiil, maupun nonmateriil. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved