Breaking News:

Bandar Lampung

Dituding Radikalisme, Mahasiswa Teknokrat Disanksi Minta Bantuan ke LBH Bandar Lampung

Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Lampung yang mendapat sanksi meminta pendampingan ke LBH Bandar Lampung.

Tribunlampung.co.id / Joviter
Kepala Divisi Advokasi LBH Bandar Lampung Qodri Ubaidillah menjelaskan perkara yang menyangkut mahasiswa UTI hingga terkena sanksi, Senin (19/4/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Lampung yang mendapat sanksi meminta pendampingan ke LBH Bandar Lampung.

Namun dari sembilan mahasiswa yang diberi sanksi, hanya enam yang meminta bantuan hukum.

Sembilan mahasiswa ini mendapat sanksi berupa skorsing dua semester hingga drop out (DO) karena diduga membangun sekretariat di lahan warga.

Selain itu, mahasiswa yang tergabung dalam Hima Teknik Sipil UTI ini dituding melakukan kegiatan yang mengarah pada tindakan ekstremisme dan radikalisme, serta melanggar kode etik sehingga merugikan nama baik UTI.

Kepala Divisi Advokasi LBH Bandar Lampung Qodri Ubaidillah mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah pendampingan hukum terhadap enam mahasiswa tersebut.

Menurutnya, LBH telah melayangkan surat somasi dan klarifikasi ke Rektorat UTI, Jumat (16/4/2021).

"Kami sangat mengecam upaya rektor kampus yang memberikan sanksi secara sepihak," kata Qodri, Senin (19/4/2021).

LBH berharap pihak kampus segera memberikan jawaban dari somasi dan klarifikasi tersebut.

Termasuk mendesak pihak kampus mencabut SK skorsing dan DO sembilan mahasiswa.

"Pemberian sanksi ini tidak sesuai prosedural, dimana para mahasiswa ini tanpa ada pemberitahuan dari pihak kampus lalu dijatuhkan sanksi DO," kata Qodri.

Halaman
123
Penulis: joeviter muhammad
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved