Tulangbawang Barat

Kisah Pendamping Guru Penggerak Nenemo Tubaba Cerdas, Renti Rela Lepas Karir di Bangkok

Renti rela melepaskan pekerjaannya di sebuah perusahaan di Bangkok, demi mengabdi pada dunia pendidikan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Endra
Renti Rosmalis saat bersama pendamping guru lainnya. Kisah Pendamping Guru Penggerak Nenemo Tubaba Cerdas, Renti Rela Lepas Karir di Bangkok 

Ia harus hidup prihatin dengan menempati salah satu rumah panggung di kompleks Uluan Nughik, untuk tempat tinggal bersama rekan-rekannya.

Renti dan rekannya di Penggerak Nenemo (PN) juga kerap merasakan bagaimana sulitnya mencapai wilayah pelosok di Tubaba yang akses jalannya tidak semulus di kota.

"Kondisi jalan menuju sekolah dampingan di pelosok Tubaba ya lumayan susah terjangkau. Apalagi kalau kunjungan ke sekolah di musim hujan, PN kami kadang suka jatuh dari motor karena jalannya licin. Jalan jauh-jauh ya motoran," cerita Renti.

Bukan hanya itu, Renti dan penggerak Tubaba Cerdas lainnya juga kerap merasakan bagaimana sulitnya berhadapan dengan orang yang tidak sepaham dengan misi mereka.

Untungnya, Renti adalah anak muda tangguh yang niatnya benar-benar tulus

"Kadang nggak semua orang mengenal dan mendukung niat baik kita. Ada saja kendala di lapangan yang dihadapi oleh tim kita. Tapi justru itu jadi tantangan buat kita, mencari strategi dan metode paling pas dan nyaman buat kita jalani," katanya.

Bagi Renti, yang menentukan nyaman atau tidak di sebuah tempat itu adalah diri sendiri.

Bagaimana cara kita hidup sehari-hari, dengan berkomunikasi dengan orang-orang sekitar.

"Sejauh ini saya enjoy aja di sini. Asik juga tinggal di Uluan Nughik," katanya.

Sebagai pendamping, tentu juga banyak cerita suka yang juga dirasakan Renti.

Yang paling dia syukuri adalah, dia bisa menjadi saksi proses belajar Penggerak Nenemo dan Guru Penggerak Tubaba, untuk mewujudkan sekolah formal.

Sekolah yang mengusung cara belajar yang berpusat kepada siswa.

"Sudah menjadi mimpi kita bersama yaitu terwujudnya sekolah karakter berbasis ekologi," kata Renti.

Jika tidak ada kunjungan ke sekolah dampingan, Renti biasanya mengisi kegiatan di Uluan Nughik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved