Tulangbawang Barat

Kisah Pendamping Guru Penggerak Nenemo Tubaba Cerdas, Renti Rela Lepas Karir di Bangkok

Renti rela melepaskan pekerjaannya di sebuah perusahaan di Bangkok, demi mengabdi pada dunia pendidikan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Endra
Renti Rosmalis saat bersama pendamping guru lainnya. Kisah Pendamping Guru Penggerak Nenemo Tubaba Cerdas, Renti Rela Lepas Karir di Bangkok 

Selain jadi pendamping buat penggerak nenemo, dia juga mendampingi tim movement Tubaba Cerdas.

Di Uluan, dia melakukan monitoring dan evaluasi program.

Menyiapkan tools dan analisis hasil laporan Penggerak Nenemo.

Lalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk intervensi dan regulasi yang diperlukan di lapangan.

Dari semua yang dia curahkan untuk Tubaba Cerdas, kedepan Renti rupanya punya impian besar, yakni punya sekolah sendiri.

"Tubaba adalah salah satu tempat belajar yang menurut saya bagus buat melihat bagaimana sekolah formal bisa menjadi sekolah yang kontekstual. Demi impian saya yang mau punya sekolah sendiri nantinya," kata Renti.

Kepala Dinas Pendidikan Tubaba, Budiman Jaya, mengatakan, Tubaba Cerdas adalah salah satu program yang dibentuk Dinas Pendidikan setempat pada 2015 lalu.

Tubaba Cerdas lahir diinisiasi Bupati Umar Ahmad yang terinspirasi dari program Indonesia Mengajar.

Tubaba merupakan satu dari 14 Kabupaten di 14 Provinsi yang menjadi tempat penempatan dan penugasan para pengajar muda Indonesia Mengajar, pada 2010 sampai 2015 lalu.

"Tahun 2015 awal terbentuknya Tubaba Cerdas, dan baru tahun 2016 menempatkan guru-guru pengajar sebanyak 12 orang di tiyuh-tiyuh. Misi awalnya membantu pengajar di sekolah di Tubaba," kata Budiman.

( Tribunlampung.co.id / endra zulkarnain )

Baca berita Human Interest lainnya

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved