Breaking News:

UM Metro

Dosen UM Metro Beri Pendampingan dan Pembinaan Pupuk Organik Cair bagi Petani Aglaonem

Tiga dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Metro beri pendampingan dan pembinaan Pupuk Organik Cair (POC) bagi petani Aglaonema yang berlangsung di Desa

ist
Tiga dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Metro beri pendampingan dan pembinaan Pupuk Organik Cair (POC) bagi petani Aglaonema yang berlangsung di Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan, Kab Lampung Timur, Sabtu (10/04.2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TIMUR - Tiga dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Metro beri pendampingan dan pembinaan Pupuk Organik Cair (POC) bagi petani Aglaonema yang berlangsung di Desa Sidodadi Kecamatan Pekalongan, Kab Lampung Timur, Sabtu (10/04.2021).

Ketiga dosen tersebut adalah Nurul Farida, M.Pd, HRA.Mulyani, M.TA, dan Rina Agustina, M.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Metro.

Nurul mengaku kegiatan ini diharapkan dapat membuat petani Aglaonema Pekalongan mampu membuat sendiri pupuk organik cair.

“Melalui kegiatan ini peserta diharapkan mampu membuat sendiri pupuk organik cair (POC) sehingga dapat mengurangi pengeluaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pembelian pupuk. Selain karena murah, bahan-bahan yang tersedia juga sangat mudah kita temukan di sekitar kita,” jelas Nurul.

Sementara, Mulyani menerangkan pendampingan ini memberikan informasi kepada masyarakat tentang tata cara pembuatan pupuk organik cair (POC).

“Dengan adanya pemdampingan tentang tata cara pembuatan pupuk organik cair (POC) ini, peserta dapat memahami bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk membuat POC adalah bahan organik yang memang sudah ada di sekitar. Peserta juga dapat mengetahui tentang proses pembuatan dan fermentasi yang dilakukan untuk mendapatkan pupuk organik cair (POC),” kata Mulyani.

Senada dengan kedua rekannya, Rina juga menjelaskan masyarakat setempat juga diberikan informasi tentang tata cara perawatan bunga aglaonema dengan menggunakan POC.

“Pada kegiatan ini, peserta bisa mendapatkan informasi tentang tata cara penggunaan POC dengan tepat. Penggunaan POC yang kurang tepat, dapat menyebabkan hasil pertumbuhan bunga aglonema jadi tidak optimal. Selain itu,peserta juga diberikan informasi tentang tata cara perawatan bunga aglaonema dengan menggunakan POC ini. Bunga aglaonema diberikan POC minimal 1 minggu 2 kali,” tambah Rina.

Selain itu, bu Titis yang menjadi salah satu peserta menerangkan bahwa pelatihan tersebut sangat membantu petani Aglaonema.

“Sangat senang sekali karena ini baru pertama kali diadakan kegiatan seperti ini di desa kami. Selain itu bahannya sangat murah karena setiap hari kita bisa menemukannya seperti nasi sisa, air cucian beras, dan gula. Sangat mudah sekali bisa kita jumpai,” kata Titis.

Sedangkan bu Endang yang juga peserta di kegiatan yang sama berharap kegiatan tersebut ada kelanjutannya yang membahas manfaat pupuk organik cair untuk tanaman lain.

“Sangat antusias begitu ada kegiatan ini, dikarenakan selama ini hanya menggunakan pupuk kimia saja. Saya juga berharap adanya kegiatan serupa dalam pembuatan pupuk organik jenis lainnya yang mudah untuk diterapkan,” tukasnya.(*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved