Breaking News:

Bandar Lampung

Kisah Duka Sopir Angkot di Bandar Lampung yang Semakin Sepi Penumpang

Peminat angkutan kota (angkot) di Bandar Lampung semakin menurun, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Tribunlampung.co.id / Soma
Peminat angkutan kota (angkot) di Bandar Lampung semakin menurun, terlebih di masa pandemi Covid-19. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Peminat angkutan kota (angkot) di Bandar Lampung semakin menurun, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Para sopir angkot pun mengeluhkan merosotnya pendapatan mereka.

Seperti diungkapkan Iskandar, sopir angkot jurusan Rajabasa-Tanjungkarang.

Saat ditemui Tribunlampung.co.id tengah mengetem di sekitar area Terminal Rajabasa, Selasa (20/4/2020), ia mengaku angkot yang dikemudikannya bukan milik sendiri.

"Ini sewa. Sehari Rp 100 ribu. Variasi sih. Ada angkot yang sewanya Rp 70 ribu. Itu di luar penggunaan bensin (bahan bakar)," kata dia.

"Taruhlah uang bensin Rp 50 ribu, pendapatannya belakangan ini begitu-begitu terus," kata dia.

Dikatakannya, banyak rekannya sesama sopir angkot yang memutuskan berhenti untuk bekerja sebagai awak transportasi karena sepinya minat penggunaan angkot itu.

"Yang masih muda-muda banyak yang gak narik lagi dan milih jadi buruh lepas," ujarnya.

"Nah kalau sudah berumur seperti saya ini, kalau gak narik ya tidak makan dong," ungkap dia.

Begitu juga dikatakan Andi, sopir angkot trayek Rajabasa-Tanjungkarang.

Halaman
123
Penulis: Vincensius Soma Ferrer
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved