Breaking News:

Bandar Lampung

Kisah Duka Sopir Angkot di Bandar Lampung yang Semakin Sepi Penumpang

Peminat angkutan kota (angkot) di Bandar Lampung semakin menurun, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Soma
Peminat angkutan kota (angkot) di Bandar Lampung semakin menurun, terlebih di masa pandemi Covid-19. 

Ia heran hilangnya pengguna angkot pada saat sekarang.

"Bisa itungan jam kalau ngetem, kalau memang ga ada penumpangnya," kata dia.

"Sekali jalan palingan cuma angkut 5 penumpang. Tak jarang juga kosong," ungkap dia.

Ia menyebut, pendapatan angkot kerap kali hanya mengandalkan langganan.

Sangat minim adanya pengguna angkot yang menggunakan transportasi itu untuk rutinitas keseharian.

"Yang pasti naik angkot itu ibu-ibu pedagang pasar yang bawa barang dagangannya, atau mereka (pembeli) yang pulang dari pasar," kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung Ahmad Husna menyebut pihaknya terus mengampanyekan upaya penggunaan transportasi umum.

Menurutnya, selain pemerataan ekonomi, penggunaan transportasi umum juga memberikan dampak baik terhadap penguraian kemacetan yang telah menjadi fenomena rutin di Kota Tapis Berseri.

"Bahkan kita tahun ini sudah ajukan penambahan 20 Bus Rapid Transit (BRT) kepada pemerintah pusat,"

"Saat ini, masih dalam proses pengusulan, karena informasinya, di pemerintah pusat sekarang sedang menyelesaikan administrasi bus bantuan tahun 2020," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved