Bandar Lampung
Motor Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Raib saat Ditinggal Salat Tarawih di Masjid
Motor mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung raib saat korban sedang salat tarawih di Masjid Al-Bi'ah, Senin (19/4/2021).
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pencurian motor terjadi di Sukarame, Bandar Lampung.
Motor mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung raib saat korban sedang salat tarawih di Masjid Al-Bi'ah, Senin (19/4/2021), sekitar pukul 20.00 WIB.
Pemilik motor bernama Afryan Wahyu (21) mengatakan dirinya malam itu sedang salat tarawih di Masjid Al-Biah.
"Tadi malam saat salat tarawih di Masjid Al-Biah (samping kantor DLH) saya membawa motor. Saya parkirkan motor saya di depan pintu masjid, dan motor saya kunci stang. Lalu saya masuk ke dalam Masjid," kata Afryan, Selasa (20/4/2021).
"Tak selang waktu lama, sekitar jam 8 kurang teman saya memanggil saya. Lalu saya menyamperin mereka ke luar masjid. Mereka bilang motor saya dibawa pergi oleh seseorang," sambungnya.
Afryan mengatakan kata temannya orang tersebut membawa motornya ke arah Ayam Geprek King, temannya sudah berusaha mengejar orang tersebut namun kehilangan jejak.
"Teman saya yang sempat melihat pelaku membawa kabur motor saya, sudah berusaha mengejar pelaku namun kehilangan jejak. Setelah itu mereka kembali ke masjid dan memberitahu saya tentang kejadian tersebut," kata Afryan.
"Saya dan teman saya langsung melapor kejadian pencurian motor tersebut ke Polsek Sukarame. Namun karena semalam saya tidak membawa surat-surat lengkap, saya belum bisa membuat laporan kehilangan. Baru pagi ini saya kembali ke Polsek Sukarame lagi untuk membuat surat laporan kehilangan," sambungnya.
Kanit Reskrim Polsek Sukarame Ipda Erwin membenarkan bahwa semalam ada pencurian sepeda motor di Masjid Al-Biah di daerah Sukarame.
"Korban dan temannya tadi sudah melaporkan kejadian pencurian sepeda motor itu. Korban dan temannya yang menjadi saksi saat kejadian pencurian motor itu sudah menjelaskan kronologi kejadiannya kepada kami," kata Erwin.
"Kami masih mengumpulkan keterangan dari korban juga saksi, dan mencari bukti yang ada di lokasi. Setelah kami mendapatkan identitas korban, kami akan melakukan pengejaran terhadap pelaku," tutupnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )