Breaking News:

Tulangbawang

PT Harja Akui Gudang Pupuk di Tulangbawang Tak Berizin: Ada Transisi dari Pusri ke Pupuk Indonesia

PT Harja mengakui gudang pupuk yang disewa perusahaannya di Kampung Jaya Makmur, Tulangbawang beroperasi tanpa mengantongi ijin.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Endra
Proses bongkar pupuk subsidi di gudang yang disewa PT Harja di Kampung Jayamakmur, Kecamatan Banjarbaru. PT Harja Akui Gudang Pupuk di Tulangbawang Tak Berizin: Ada Transisi dari Pusri ke Pupuk Indonesia 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - PT Harapan Restu Jaya (PT Harja) mengakui gudang pupuk yang disewa perusahaannya di Kampung Jaya Makmur, Kecamatan Banjar Baru, Tulangbawang beroperasi tanpa mengantongi ijin.

Direktur PT Harja Dimas mengatakan, semula pihaknya hendak mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Tanda Daftar Gudang (TDG) gudang lini 3 PT Pusri di Kabupaten Tulangbawang.

Namun niatan itu diurungkan karena akan ada transisi PT Pusri ke PT Pupuk Indonesia pada bulan Juni mendatang.

"Jadi waktu awal buka kita emang mau buatkan ijin yang baru untuk kami, karena rata-rata gudang di Tulangbawang itu tidak ada IMB atau TDGnya. Secara posisi mau ada peralihan dari Pusri ke Pupuk Indonesia. Jadi tadinya kami emang mau menunggu di bulan 6 (Juni), karena kontrak peralihan Pusri ke PI di bulan 6," kata Dimas, Rabu (21/04/2021).

Sekretaris Dinas Penanam Modal dan PTSP Deni Muttaqin memastikan gudang perusahaan yang diketahui sudah tiga kali pindah lokasi di wilayah setempat tidak berijin.

Namun, ia mengaku tidak mampu berbuat banyak perihal perusahaan yang telah beroperasi namun tidak mengantongi ijin, karena terbentur keterbatasan kewenangan. 

"Enggak ada ijin, sudah dicek belum ada sama sekali selama perusahaan itu beroperasi di Tulangbawang. Teknisnya di Dinas Perdagangan bagian pengawasan dan pembinanan kalau belum ada ijin. Kalau kami menunggu rekemondasi pembuatan ijin dari dinas terkait," kata Deni.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Tulangbawang Amri Alfis melalui Kasi Pembinaan, Pengelolaan Sarana Distribusi dan Stabilisasi, Barang Pokok dan Penting Komaruddin, mengaku belum mengetahui keberadaan gudang perusahaan yang telah sebulan terakhir beroperasi.

Ia pun mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk memberikan sanksi bagi investor nakal yang masuk di Tulangbawang.

"Maunya kan kita buat tim, kalau kita buat tim siapa yang mau jadi laedernya. Yang punya semua ijin kan muaranya dia (perijinan) meski cuman administrasi," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved