Breaking News:

Tulangbawang

Cerita ASN Tulangbawang Salat Tarawih Bergilir, Tulis Kultum Demi Dapat Suvenir Bupati

Setiap ASN ini diminta menulis isi kultum alias ceramah di buku agenda Ramadan.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Endra
Cerita ASN Tulangbawang Salat Tarawih Bergilir, Tulis Kultum Demi Dapat Suvenir Bupati 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tulangbawang rutin mengikuti salat tarawih.

Mereka mengikuti salat tarawih secara bergilir.

Yang unik, setiap ASN ini diminta menulis isi kultum alias ceramah di buku agenda Ramadan.

Par ASN menjalani salat tarawih di Masjid Baiturrahman Islamic Center, Menggala.

Tidak hanya salat tarawih, mereka juga diwajibkan untuk mengisi agenda selama pelaksanaan salat tarawih di IC Menggala.

Mulai dari menulis kultum serta hal lainnya.

Kemudian, para OPD harus mengantre untuk meminta tanda tangan ustadz pengisi kultum.

Buku ramadan tersebut akan dikumpulkan ke bagian Kesra, dan dibaca seluruhnya oleh Bupati Tulangbawang Winarti.

Bagi jamaah yang mempunyai tulisan yang unik dan paraf lengkap, maka akan diberikan suvenir Alquran oleh Bupati.

Suvenir alquran dari bupati ini diberikan untuk semua jamaah.

Baik ASN maupun masyarakat yang ikut salat terawih di IC Menggala.

Luci, adalah salah satu jamaah yang mendapat suvenir berupa bingkisan Alquran dari Bupati.

Ia menuturkan, situasi Ramadan kali ini beda dari tahun-tahun sebelumnya.

Apalagi, di situasi pandemi ini, tahun ini masyarakat diperbolehkan salat tarawih berjamaah di masjid.

Untuk pemberian suvernir Alquran hasil dari mengisi buku agenda ramadan ini, Lusi merasa tengah bernostalgia dengan masa kecil dulu.

"Jadi inget masa kecil dulu, isi buka agenda ramadan. Lucu, inget masa-masa dulu," kata Lusi, Kamis (22/4/2021).

Dalam pelaksanaannya, salat tarawih di IC Menggala tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain wajib mengenakan masker, para jamaah salat tarawih juga menempati tempat yang sudah di tentukan, berjarak 2 sampai 2,5 meter antar jamaah lainnya.

Sebelum masuk ke masjid, para jamaah dan ASN wajib absensi atau pendataan guna tracking jamaah yang hadir, dan pengecekan suhu tubuh.

Di sini, juga tidak disediakan sajadah, maka dari itu para jamaah harus membawa sajadah masing-masing.

"Ramadan tahun ini memang kita buat beda dari tahun-tahun lalu, semua OPD wajib melaksanakan tarawih di IC Menggala, sudah di atur jadwalnya," kata Bupati Winarti.

Lalu, kenapa OPD digilir dan dijadwal untuk melaksanakan terawih bersama Bupati di IC?

"Untuk menghindari penumpukan jadi tetap terukur sesuai prokes dan kapasitas Masjid," kata Winarti.

Soal kewajiban untuk menulis dan mengisi buku agenda ramadan, Winarti punya alasan sendiri.

"Menulis hal baik akan membawa ilmu dan dapat pahala. Saat pulang terawih, bisa diceritakan dengan keluarganya. Semua asal dilakukan dengan senang hari, pasti bermanfaat," kata Bupati Winarti.

Ansori, pengurus Masjid Baiturrahman Islamic Center Menggala, menuturkan, pelaksanaan ramadan tahun ini memang beda dari tahun sebelumnya.

Selain diperbolehkan salat tarawih di Masjid, pada ramadan tahun ini pelaksanaan salat tarawih di IC Menggala ramai jamaah.

Tidak hanya masyarakat umum, tapi juga ASN.

"Yang unik lagi, ngisi buku agenda Ramadan. Ini baru terjadi di Tulangbawang. Semua OPD digilir tarawih di IC, ini juga untuk memakmurkan Masjid," ungkap Ansori.

( Tribunlampung.co.id / endra zulkarnain )

Baca berita Human Interest Story lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved