Kapal Selam TNI AL Hilang

Cerita Kakak Letkol Heri Oktavian Kembalikan Karangan Bunga, Masih Harap Keajaiban

Keluarga besar Letkol Heri Oktavian terus berharap KRI Nanggala 402 tenggelam, bisa segera ditemukan.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Ibunda dan kakak tertua Letkol Laut (P) Heri Oktavian saat menerima kunjungan Wakil Bupati Pringsewu Fauzi bersama KBPP Lampung di Bandar Lampung. Keluarga besar Letkol Heri Oktavian terus berharap KRI Nanggala 402 tenggelam, bisa segera ditemukan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Keluarga besar Letkol Heri Oktavian terus berharap KRI Nanggala 402 tenggelam, bisa segera ditemukan.

Hingga kini nasib 53 awak Kapal Selam TNI AL hilang di perairan utara Bali pada Rabu (21/4/2021) masih belum diketahui.

Kakak pertama Letkol Heri Oktavian, Chandra Yunita mengatakan, ia dan terutama sang ibunda, Muharleni, masih berharap ada keajaiban.

"Bukan belum menerima, orang masih berusaha mencari malah mendahului, sampai ada papan ucapan duka cita atas gugurnya," kata Yunita saat ditemui di kediamannya di Jalan Turunan Pemuka Perumahan Pemuka Nomor 139 Rajabasa, Bandar Lampung, Minggu (25/4/2021).

Yunita mengatakan papan berbelasungkawa dikirimkan di rumah sang ibunda Muharleni di Kota Metro.

"Saya bilang kembalikan, nanti malah banyak yang berdatangan, kita berdoa dulu yang terbaik, kita setiap salat langsung berdoa untuk selamat, kita itu berdoa minta keajaiban, tolong hargai orang yang berharap, tolong bantu doa, jangan mendahului  tuhan," ujar Yunita.

"Itulah yang kami harapkan segera ketemu," sahut Muharleni.

Yunita mengungkapkan jika Letkol Heri lahir di Pangkal Pinang, namun besar di sejumlah daerah lantaran mengikuti tempat dinas sang ayah sebagai seorang Polisi.

"Heri itu adik saya terakhir, jadi empat bersaudara, saya tertua, anak kedua meninggal, anak ketiga di Jakarta," ungkap Yunita.

"Jadi kami besar bangka sampai 1985 pindah ke Aceh, sampai 1995 bapak dinas di Lampung lalu barulah menetap di Lampung setelah pensiun," tambahnya.

Namun saat berdinas di Lampung, kata Yunita, Heri disekolahkan di SMA Muhammadiyah Yogyakarta. "Barulah dia milih jadi AKABRI AL, angkatan 48," sebut Yunita.

Yunita mengungkapkan jika adiknya tersebut termasuk pandai lantaran selama mengabdi sebagai TNI AL lebih banyak pendidikan.

"Pelatihan survive di Austaralia, dan S2-nya di Singapura, pulang S2 satu tahun baru berangkat Sesko di Jerman selama dua tahun, pulang tahun 2019," kata Yunita.

Yunita mengatakan jika adiknya acapkali melaksanakan pelayaran. "Dan ini baru serah terima tahun lalu (2020) menjadi komandan Nanggala-402, sebelum Sesko dia kepala sekolah satuan kapal selam," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved