Kasus Suap Lampung Tengah

Bukan Kompensasi Politik, Mustafa Sebut Gunadi Ibrahim Minta Setoran Rp 2,5 Miliar

Mustafa membantah uang Rp 1,5 miliar yang diberikannya untuk Gunadi Ibrahim merupakan kompensasi politik tahun 2015.

Penulis: Bambang Irawan | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Mustafa membantah uang Rp 1,5 miliar yang diberikannya untuk Gunadi Ibrahim merupakan kompensasi politik tahun 2015. 

Sementara itu saksi Hasyim Asngari, Yahya, Akhyat Bisrun Zulkifli, dan Sagio lebih menerangkan sosok Mustafa yang banyak berjuang membangun Lampung Tengah.

Mustafa Murka

Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa sempat murka karena merasa dibohongi.

Ia menilai uang mahar yang diserahkan oleh Wakil Ketua DPW NasDem Lampung Johanes Bastista Geovani tak sesuai dengan laporan yang diterima.

Hal ini terungkap setelah JPU KPK Taufiq Ibnugroho membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Johanes Bastista Geovani dalam sidang perkara dugaan suap dan gratifikasi di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (29/4/2021).

Dalam BAP tersebut, Geovani pernah diminta oleh Mustafa selaku Ketua DPW NasDem Lampung untuk mengambil uang di Kadis PUPR Lampung Tengah Taufik Rahman.

Uang itu sebagai mahar koalisi ke Partai Hanura.

"Besoknya saya diminta ketemu di Hotel Arnes, dan saya sampaikan untuk menyiapkan uang kolisi Partai Hanura. Tapi saat itu belum ada uang. Kemudian saya dikenalkan dengan Ncus (sapaan Rusmaladi, Kasi di Dinas Bina Marga Lampung Tengah). Disampaikan kalau ada orang Nasdem pengen ikut proyek langsung lewat Ncus," kata Taufiq saat membacakan BAP Geovani.

Geovani lalu menghadap ke Mustafa dan menyampaikan belum ada uang.

Saat itu Mustafa sempat bingung.

"Beberapa hari kemudian saya dihubungi Ncus jika uang sudah ada, dan ketemu di kampus Malahayati. Lalu saya hubungi Obet untuk mengawal. Kemudian saya masuk mobil Ncus dan menghitung uang dengan total Rp 4 miliar bersama Obet," ucap Geovani dalam BAP-nya.

Setelah itu, uang tersebut dipindahkan ke mobil Geovani.

Sementara Obet mencari mobil untuk dibawa ke Jakarta.

"Lalu saya hubungi nomor kontak yang diberi Mustafa sebelumnya. Lalu saya ketemu di Soto Kudus Tebet. Saya sampaikan ada uang Rp 4 miliar. Saya dari Lampung. Lalu dibawa ke hotel Tebet dan uang dipindahkan. Setelah itu saya pulang dan laporan ke Mustafa," terang Geovani, masih dalam BAP.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved