Kasus Suap Lampung Tengah

Bukan Kompensasi Politik, Mustafa Sebut Gunadi Ibrahim Minta Setoran Rp 2,5 Miliar

Mustafa membantah uang Rp 1,5 miliar yang diberikannya untuk Gunadi Ibrahim merupakan kompensasi politik tahun 2015.

Penulis: Bambang Irawan | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Mustafa membantah uang Rp 1,5 miliar yang diberikannya untuk Gunadi Ibrahim merupakan kompensasi politik tahun 2015. 

Gunadi Ibrahim, Ketua DPD Gerindra Lampung, mengaku terima uang Rp 1,5 miliar sebagai kompensasi Pilkada Lampung Tengah 2015.

Hal ini terungkap saat jaksa penuntut umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugroho membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) dalam sidang perkara dugaan suap gratifikasi eks Bupati Lampung Tengah Mustafa di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (29/4/2021).

"Saya pernah terima uang di kantor DPD Gerindra antara bulan Oktober atau November 2017," kata Taufiq saat membacakan BAP Gunadi.

Taufiq melanjutkan, sekitar pukul 21.00 WIB Gunadi dihubungi oleh anggota DPRD Lampung Tengah Zainudin untuk meminta bertemu.

"15 menit kemudian Zainudin datang menemui. Kemudian kami berbicara empat mata dan menyampaikan ada uang Rp 1,5 miliar bantuan dari Mustafa," sebut JPU.

Uang tersebut dimasukkan ke dalam mobil Gunadi oleh Zainudin dengan dibantu Buyung.

"Maksud tujuan bantuan itu pada tahun 2015, saya mengikuti Pilkada Lamteng. Hasil akhirnya kalah. Ketika kalah, saya ucapkan selamat atas kemenangan dan datang dalam pelantikan Mustafa," lanjut JPU.

Beberapa hari kemudian Gunadi bertemu dengan Mustafa di Bandara Radin Inten II.

"Saat bertemu Mustafa menyampaikan akan membantu sejumlah dana. Saya gak tahu jumlahnya. Tapi saya sampaikan terima kasih," kata JPU.

JPU menambahkan, karena bukan haknya, Gunadi mengaku uang Rp 1,5 miliar itu dikembalikan ke rekening KPK.

Pengadilan Negeri Tanjungkarang kembali menggelar sidang perkara dugaan suap dengan terdakwa eks Bupati Lampung Tengah Mustafa, Kamis (29/4/2021).

Sidang yang digelar secara telekonferensi ini diagendakan dengan keterangan saksi.

Adapun saksi yang dihadirkan ada delapan orang.

Di antaranya dua saksi dari jaksa penuntut umum (JPU) KPK dan saksi a de charge (meringankan) dari terdakwa.

Namun, karena dua saksi dari JPU KPK tidak bisa hadir, maka berita acara pemeriksaan (BAP) saksi dibacakan.

Kedua saksi tersebut yakni Ketua DPD Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim dan Wakil Ketua DPW NasDem Johanes Bastista Geovani.

Saksi Gunadi Ibrahim mangkir karena sakit stroke.

Sementara Johanes Bastista Geovani masih pemulihan pasca dikeroyok orang tak dikenal pada 2019 lalu.

Sementara saksi yang meringankan, yakni Voni Renata (Ketua Garda Perempuan Malahayati Sayap NasDem), Hasyim Asngari, Yahya, Akhyat Bisrun Zulkifli, dan Sagio. ( Tribunlampung.co.id / Hanif Mustafa )

Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Bukan Kompensasi Politik, Mustafa Sebut Gunadi Ibrahim Minta Setoran Rp 2,5 Miliar untuk Ketok Palu

Videografer Tribunlampung.co.id / Bambang Irawan

Baca berita Kasus Suap Lampung Tengah lainnya

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved