Berita Nasional
Anak Buah Jenderal Andika Perkasa Gelar Latihan Perang, Siap Jamu 120 Tentara US Army
Latihan bersama TNI AD dan angkatan darat Amerika Serikat itu diberi nama Garuda Shield 2021.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Prajurit TNI AD di bawah kepemimpian KSAD Jenderal Andika Perkasa melakukan latihan perang bersama 120 pasukan US Army.
Latihan bersama TNI AD dan angkatan darat Amerika Serikat itu diberi nama Garuda Shield 2021.
Latma Garuda Shield di wilayah Kodam VI/Mlw akan diawali dengan pelaksanaan pendaratan pantai di wilayah Pantai Manggar.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh personel yang terlibat latihan sebagai awal gerakan sebelum menuju ke lokasi selanjutnya.
Pendaratan pantai bertujuan untuk menguasai posisi pertahanan musuh sebelum pasukan yang lebih besar dengan peralatan yang lebih lengkap dapat mendarat.
Lokasi ini dipilih karena bentuk dan jenis pantai yang cukup landai serta arus laut yang cukup tenang sehingga memungkinkan untuk didarati menggunakan kendaraan Amfibi.
Baca juga: Bocor, Surat Kepala RSPAD Gatot Soebroto untuk Jenderal Andika Perkasa Soal Vaksin Nusantara

Setelah sasaran pantai dapat dikuasai, pasukan melanjutkan gerakan menuju daerah FTX di Amborawang dengan jarak sekitar 19 km ke arah utara.
Di lokasi ini pasukan akan melaksanakan latihan yang dirancang berdasarkan situasi dan kondisi menyerupai medan dan keadaan pada saat penugasan serta akan dilaksanakan juga latihan penembakan dengan menggunanakan munisi tajam (LFX).
Komandan Kodiklatad Letjen TNI AM. Putranto telah meninjau kesiapan di daerah tersebut pada Minggu (25/4/2021).
Mengakhiri kegiatan peninjauan, Dankodiklatad dan Pangdam VI/Mlw beserta rombongan melaksanakan Bhakti Sosial kepada masyarakat dan anak yatim di sekitar daerah latihan Amborawang dengan membagikan 250 paket sembako kepada masyarakat di 4 kelurahan berbeda yaitu kelurahan Amborawang Laut, Amborawang Darat, Argosari dan Margomulyo.
Dankodiklatad menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian TNI AD kepada masyarakat di sekitar wilayah latihan dan semoga menjadi berkah untuk kita semua.
Pada kesempatan ini juga, Dankodiklatad menyampaikan kepada masyarakat bahwa tujuan kedatangan bersama Tim ke Amborawa untuk melihat kesiapan latihan bersama antara prajurit TNI AD dan US Army.
Latihan ini merupakan latihan tingkat Internasional yang pertama kali di gelar serentak di 3 wilayah salah satunya di Kodam VI/Mlw tepatnya di wilayah Puslatpur Amborawang, yang nantinya secara bertahap pembangunan ini akan digunakan sebagai lokasi latihan secara permanen. ” jelasnya.
Persiapan Anak Buah Jenderal Andika Perkasa
Diketahui, sekitar 120 pasukan US Army segera tiba di Indonesia, anak buah Jenderal Andika Perkasa pun melakukan sejumlah persiapan.
Kedatangan ratusan pasukan angkatan darat Amerika Serikat tersebut nantinya dalam rangka mengikuti Garuda Shield 2021.
Garuda Shield merupakan latihan perang antara US Army dan TNI AD yang akan dilaksanakan di Indonesia.
Melansir dari laman tniad.mil.id, Garuda Shield akan digelar secara serentak di 3 Kodam yaitu Kodam II/Swj, Kodam VI/Mlw dan Kodam XIII/Mdk.
Bertempat di daerah latihan Makalisung yang berjarak sekitar 60 KM dari Kota Manado Sulawesi Utara, Komandan Kodiklatad Letjen TNI AM. Putranto beserta rombongan melaksanakan peninjauan Sarana dan Prasarana lokasi Field Training Exercise (FTX), Jum’at (23/4/2021).
Tim yang dipimpin oleh Dankodiklatad beserta rombongan melaksanakan peninjauan sarana dan prasarana dilokasi awal tepatnya di Secata Rindam XIII/Mdk.
Keesokan harinya dilanjutkan peninjauan Medan Rahlat di Desa Makalisung Kompleks – Manado.
Kegiatan diawali dengan menerima paparan dari Danrindam XIII/Mdk terkait kesiapan penggunaan daerah latihan dan dilanjutkan peninjauan langsung ke lokasi yang akan digunakan.
Konsep Latihan Bersama kedua negara antara Prajurit TNI AD dan US Army melaksanakan kegiatan Field Training Exercise (FTX) dengan menggunakan daerah latihan yang dirancang berdasarkan situasi dan kondisi menyerupai medan dan situasi sebenarnya yang akan dihadapi oleh prajurit saat penugasan nantinya.
Melalui Latma kedua negara ini, diharapkan dapat saling berbagi taktik dan strategi bertempur, adanya transfer ilmu dan tekhnologi sesuai dengan perkembangan saat ini sehingga semakin meningkatkan profesionalisme prajurit dan yang tidak kalah penting terjalinnya hubungan yang semakin erat antara militer kedua negara.
Latihan bersama yang akan diselenggarakan setingkat batalyon ini akan melibatkan 120 personel TNI AD dan 120 personel US Army yang secara bersamaan akan dilaksanakan di 3 wilayah Indonesia.
Setelah peninjauan di wilayah Kodam XIII/Mdk akan dilanjutkan ke wilayah Kodam VI/Mlw untuk meninjau fasilitas akomodasi dan daerah latihan.
Sebelumnya Dankodiklatad bersama tim telah meninjau Rahlat Puslatpur Kodiklatad di Kodam II/Swj.
Sebelumnya, Letjen TNI AM. Putranto juga melaksanakan peninjauan medan lokasi Penerjunan Pasukan (Droping Zone) dan daerah Latihan Pertempuran Kota (Purkota) bertempat di Rahlat Puslatpur Baturaja Sumatera Selatan. Minggu (18/4/2021).
Sebagai bagian dari tahapan perencanaan latihan, Tim yang dipimpin oleh Dankodiklatad melaksanakan peninjauan dengan tujuan mempersiapkan daerah yang akan digunakan sebagai lokasi penerjunan pasukan (Droping Zone) dilanjutkan latihan pertempuran kota.
Pada peninjauan yang dilaksanakan kali ini, Dankodiklatad secara langsung meninjau daerah yang akan digunakan sebagai titik kumpul Batalyon berdasarkan pertimbangan teknis dan taktis serta aspek-aspek pendukung yang dibutuhkan pasukan saat melaksanakan konsolidasi pasca penerjunan sebelum melanjutkan gerakan.
Selanjutnya Dankodiklatad beserta rombongan meninjau rute yang akan digunakan sebagai poros gerakan dalam rangka gerak maju menuju daerah pertempuran di perkotaan.
Peninjauan dilaksanakan dengan 2 cara yaitu dengan menilai di peta dan membandingkan langsung di lapangan, peninjauan di peta bertujuan untuk melihat daerah secara global dihadapkan dengan keadaan seluruh daerah yang akan digunakan.
Sedangkan peninjauan langsung di medan bertujuan untuk memastikan keadaan sebenarnya di lapangan.
Kegiatan ini melibatkan perwakilan warga setempat untuk mengetahui lokasi lahan bercocok tanam yang digunakan oleh masyarakat sekitar rahlat Puslatpur.
Hal ini untuk meminimalisasi dampak kerusakan lahan yang diakibatkan pergerakan pasukan selama latihan.
Peninjauan ini dimaksimalkan dengan penggunaan teknologi Drone sehingga dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yang membantu dalam pengambilan keputusan.
Turut serta dalam peninjauan Direktur Latihan Kodiklatad Brigjen TNI Haryanto, S.I.P., M.Tr (Han), Danpuslatpur Kodiklatad Kolonel Inf Judi Paragina Firdaus, M.Sc, Pabanopslat Sdirlat Kodiklatad Kolonel Inf Suparlan Purwo Utomo, Danbrigif PR-17/K/1 Kostrad Kolonel Inf Marwan Supriyanto, Wadanyonif PR-330/TD Mayor Inf Wira serta Kasiops Brigif PR-17/K/1 Kostrad Kapten Inf Maulana.
Artikel ini telah tayang di surabaya.tribunnews.com