Breaking News:

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Imbau Pengusaha Bayar THR Sebelum H-7 Idul Fitri

Kadisnakertrans, Anas Ansori mengatakan, pemerintah daerah telah mengirimkan surat edaran bupati tentang pemberian THR bagi karyawan/buruh.

Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi
Ilustrasi - Pemkab Lampung Selatan Imbau Pengusaha Bayar THR Sebelum H-7 Idul Fitri 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengimbau kepada para pengusaha untuk bisa membayarkan tunjangan hari raya (THR) paling lambat 7 hari sebelum pelaksanaan idul fitri 1442.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Anas Ansori mengatakan, pemerintah daerah telah mengirimkan surat edaran bupati tentang pemberian THR bagi karyawan/buruh di perusahaan.

“Surat edarannya sudah kita kirimkan ke perusahaan terkait dengan waktu pembayaran THR bagi kariyawan mereka,” ujarnya, Jumat (30/4/2021).

Menurut dirinya surat edaran ini menindaklanjuti surat edaran dari menteri tenaga kerja nomor : M/6/HK.04/IV/2021 tertanggal 12 April lalu tentang pelaksanaan pemberian THR tahun 2021.

Ia mengatakan pemberian THR ini didasarkan atas peraturan pemerintah nomor : 36 tahun 2021 tentang pengupahan.

Serta peraturan menteri tenaga kerja nomor :6 tahun 2016 tentang pemberian tunjangan hari keagamaan bagi buruh/kariyawan di perusahaan.

Baca juga: Disnakertrans Ingatkan 83 Perusahaan di Mesuji Bayar THR Sebelum H-7 Lebaran

“THR diberikan kepada pekerja, buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. Atau pekerja yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak menentu atau perjanjian kerja waktu tertentu,” ujar Anas Ansori.

Menurut dirinya, untuk pekerja yang memiliki masa kerja 12 bulan THR yang diberikan 1 bulan gaji.

Tetapi bagi pekerja yang memiliki masa kerja 1 bulan atau lebih, namun kurang dari 1 tahun.

Maka perhitungan THR-nya masa kerja dibagi 12 bulan dikalikan 1 bulan upah.

Baca juga: Disnakertrans Pringsewu Buka Posko Pengaduan THR

Tunjangan hari raya ini diberikan, kata dia, paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Untuk perusahaan yang terdampak covid-19 sehingga tidak mampu membayar THR bagi karyawannya.

Sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam undang-undang, dapat melakukan dialog dengan karyawan terkait dengan pemberian THR.

“Perusahaan bisa berdialog mencari titik kesepakatan dengan karyawan terkait dengan THR,” terang Anas Ansori.

( Tribunlampung.co.id / Dedi Sutomo )

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved