Breaking News:

Pringsewu

Hindari Penyelewengan, DPRD Pringsewu Minta Pencairan PIP via ATM

Seperti dalam penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari keluarga miskin di Kabupaten Pringsewu.

Tribunlampung.co.id/Didik
Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu Suryo Cahyono. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Pemerintah dituntut membuat inovasi dalam penyaluran bantuan pendidikan supaya tidak ada celah bagi oknum tertentu melakukan penyimpangan.

Seperti dalam penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari keluarga miskin di Kabupaten Pringsewu.

Sempat terjadi upaya pemotongan PIP oleh oknum kepala sekolah.

Namun setelah menimbulkan keresahan dan viral, pihak sekolah mengembalikan dana yang sempat dipotong itu.

Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu Suryo Cahyono mengungkapkan, peristiwa ini menjadi insiden yang perlu dijadikan catatan dalam momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Baca juga: Mengaku Salah Bayar Dana PIP Kurang, Kepsek di Pringsewu Minta Maaf ke Wali Murid

Menurut dia, inovasi tersebut diperlukan bukan hanya untuk membuat sistem atau cara penyaluran bantuannya saja lebih baik.

Melainkan juga inovasi untuk menumbuhkan mental insan pendidikan yang bersih dari praktik KKN (korupsi, kolusi, dan nipotisme).

"Percuma saja bila dibuat sistem sedemikian rupa, sebaik mungkin, bila mentalnya masih sama saja," tegasnya, Minggu (25/4/2021).

Demikian, kata dia, setidaknya inovasi itu juga dapat memperkecil risiko agar tidak terjadi penyimpangan.

Dia mencontohkan, di massa pandemi Covid-19 seperti saat ini melarang adanya kerumunan. Sehingga ini juga berlaku di lembaga dan perkantoran, tidak terkecuali bank.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved