Breaking News:

Lampung Tengah

Eks Direktur PT GMP Jimmy Goh Mahsun Didakwa Korupsi Rp 455 Miliar, tapi Kembalikan Rp 508 Miliar

Tim pengacara mantan Direktur PT GMP Jimmy Goh Mahsun menyampaikan lima eksepsi atau bantahan dalam sidang di Pengadilan Negeri Gunung Sugih.

Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam
Husni Tamrin, kuasa hukum mantan Direktur PT GMP Jimmy Goh Mahsun, seusai sidang kasus dugaan korupsi di Pengadilan Negeri Gunung Sugih, Lampung Tengah, Selasa (4/5/2021). 

Husni juga mempertanyakan adanya SPK fiktif dalam dakwaan yang dilakukan bersama dengan Hirawan Gelar selaku direktur PT PBCM di Bandung.

Menurut Husni, SPK fiktif terjadi antara kliennya dengan PT PBCM sebagai pemegang proyek.

"Kalau Hirawan Gelar tidak mengeluarkan SPK, otomatis klien kami tidak akan terjebak dalam kasus ini. Kami meminta jaksa menurutsertakan Hirawan Gelar sesuai pasal 55, turut serta dalam perbuatan pidana," beber dia.

Husni menjelaskan, eksepsi lainnya terkait nilai nominal yang didakwakan jaksa sebesar Rp 455 miliar.

Pasalnya, setelah dihitung ulang hanya sebesar Rp 245 miliar.

"Untuk itu, kami menilai ada kekeliruan jaksa dalam mendakwakan klien kami. Kekeliruannya cukup besar, bukan nilai sejuta-dua juta," bebernya.

Selain itu, terus Husni, terdakwa mengaku telah memberikan fotokopi rekening bank kepada kuasa hukum.

“Ada pengembalian atau mutasi rekening dari rekening terdakwa kepada rekening PT Gunung Madu,” jelas Husni.

"Nilainya fantastis, yakni Rp 508 miliar. Sehingga jika dibandingkan dengan dakwaan jaksa yang hanya Rp 245 miliar, sehingga kelebihannya sudah beratus-ratus miliar," pungkas Husni Tamrin.

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi di PT GMP akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda putusan sela.

( Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam )

Baca berita Lampung Tengah lainnya

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved