Breaking News:

Kasus Suap Lampung Selatan

Bantah Kumpulkan Fee dari Kontraktor, Hermansyah Hamidi: Saya Diberhentikan karena Nggak Setor

Eks Kadis PUPR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi membantah ada penyerahan uang Rp 5 miliar Syahroni. Ia juga tak pernah mengumpulkan fee proyek.

Tribunlampung.co.id / Hanif
Sidang perkara dugaan suap fee proyek Lampung Selatan jilid II di PN Tanjungkarang, Rabu (5/5/2021). Eks Kadis PUPR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi membantah ada penyerahan uang Rp 5 miliar dari Syahroni. 

"Dan saya diberhentikan karena tidak bisa melaksanakan kebijakan bupati, yakni penarikan fee," imbuhnya.

Hermansyah pun meminta kepada majelis hakim bisa mempertimbangkan untuk menghadirkan saksi untuk membuktikan jika ia yang memerintahkan plotting.

"Semoga menjadi pertimbangan jika itu hanya halusinasi terdakwa (Syahroni)," tandasnya. 

Kumpulkan Rp 4 M Setengah Hari

Syahroni mengakui uang Rp 4 miliar yang diserahkan kepada Hermansyah Hamidi dikumpulkan dalam waktu setengah hari saja.

Hal ini terungkap saat Syahroni bersaksi terhadap terdakwa Hermansyah Hamidi dalam sidang perkara dugaan suap fee proyek Lampung Selatan jilid II di PN Tanjungkarang, Rabu (5/5/2021).

Syahroni menuturkan, pagi itu Hermansyah Hamidi meneleponnya untuk meminta uang Rp 5 miliar.

Syahroni pun mengumpulkan uang Rp 4 miliar dari sejumlah rekanan.

Sementara sisa Rp 1 miliar dari Desi Elmasari Rp 700 juta dan Adi Rp 300 juta.

"Jadi mereka (rekanan) sudah akan menyerahkan uang. Mereka menemui saya dari mana-mana, sehingga terkumpul segitu (Rp 4 miliar) sore hari," terangnya.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved