Breaking News:

Pringsewu

Kejari Sudah Periksa Belasan Saksi Terkait Dugaan Korupsi di Sekretariat DPRD Pringsewu

Kejaksaan Negeri atau Kejari Pringsewu telah memeriksa belasan saksi terkait dugaan penyelewengan dana di Sekretariat DPRD Pringsewu.

Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C
Ilustrasi Kantor Kejaksaan Negeri Pringsewu di komplek perkantoran Pemkab Pringsewu. Kejari Pringsewu telah memeriksa belasan saksi terkait dugaan penyelewengan dana di Sekretariat DPRD Pringsewu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Kejaksaan Negeri atau Kejari Pringsewu telah memeriksa belasan saksi terkait dugaan penyelewengan dana di Sekretariat DPRD Pringsewu.

Kasi Intel Kejari Pringsewu Median Suwardi mengatakan, belasan saksi tersebut berasal dari berbagai latar belakang fungsi atas kegiatan anggaran di Sekretariat DPRD Pringsewu.

Antara lain dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan pihak rekanan penyedia jasa. 

Pemeriksaan saksi juga dilakukan terhadap pengguna fasilitas kegiatan di Sekretariat DPRD Pringsewu. Yaitu anggota legislatif. 

Mereka yang diambil keterangannya mulai dari anggota hingga pimpinan DPRD Pringsewu.

Median mengatakan, pihaknya tidak mengundang semua anggota legislatif. Mengingat waktu yang dibutuhkan cukup panjang.

Sehingga hanya cukup dengan beberapa anggota legislatif saja.

"Pemeriksaan saksi ini untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan," kata Median, Rabu, 5 Mei 2021.

Ditambahkan Median, penyidikkan tersebut untuk menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di Sekretariat DPRD Kabupaten Pringsewu.

Median menuturkan bila pemeriksaan itu dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

Diketahui, penyidikkan itu berdasar surat perintah penyidikkan Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu Nomor  PRINT-01/L.8.20/Fd.2/04/2021 tanggal 08 April 2021.

Penyidikkan  terkait dugaan tindak pidana korupsi dana kegiatan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Pringsewu selama dua tahun anggaran (TA) terakhir.

Rincinya, TA 2019 sekitar Rp 28 miliar dan TA 2020 kurang lebih Rp 27 miliar. Sehingga total pagu anggarannya mencapai Rp 55 miliar. 

Sampai saat ini, penyidik Kejari Pringsewu belum mengungkap besaran kerugian negara atas alokasi anggaran selama dua tahun tersebut. ( Tribunlampung.co.id / R Didik Budiawan C )

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved