Breaking News:

Kasus Suap Lampung Selatan

Syahroni Ungkap Fee Proyek Sudah Ada Sejak Zaman Bupati Rycko Menoza Sebesar 13,5 Persen

Masa kepemimpinan Rycko Menoza ploting pekerjaan di Lampung Selatan sudah berjalan tapi fee proyek hanya 13,5 persen.

Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Suasana sidang suap fee proyek Lampung Selatan jilid II secara telekonfrensi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (5/5/2021). Dalam sidang, Syahroni mengakui jika telah menyerahkan sejumlah uang fee proyek kepada Hermansyah Hamidi secara bertahap yakni Rp 4 miliar, Rp 700 juta, Rp 300 juta. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Masa kepemimpinan Rycko Menoza ploting pekerjaan di Lampung Selatan sudah berjalan tapi fee proyek hanya 13,5 persen.

Hal ini terungkap saat Syahroni bersaksi terhadap terdakwa Hermansyah Hamidi dalam sidang suap fee proyek Lampung Selatan jilid II, Rabu (5/5/2021).

Majelis Hakim Anggota Edi Purbanus menyampaikan, jika pihaknya telah memeriksa ASN Lampung Selatan.

"Intinya pada umumnya rekanan setor sejak 2013, kemudian mereka menceritakan mengetahui hal ini sejak Bupati Rycko Menoza, di mana pelaksanaan (ploting) ini sudah ada, dan penekanan setoran pada saat itu 13,5 persen dan naik 20 persen zaman Zainuddin, kok ke sini malah naik?" tanya Edi.

"Setahu saya semenjak Zainuddin menjabat, naik," jawab Syahroni.

Majelis Hakim Ketua Efiyanto pun menyela terkait setoran yang dilakukan oleh Syahroni tahun 2013.

"Itu ke Rycko persisnya berapa lupa," jawab Syahroni.

Terdakwa Hermasyah Hamidi pun menguatkan adanya penyerahan tersebut.

"Tahun 2013 kan saksi pernah mengantar uang Rp 300 juta," sahut Hermansyah.

Syahroni pun mengakui jika uang tersebut disetorkan ke Rycko Menoza yang saat itu menjabat sebagai Bupati Lampung Selatan.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved