Breaking News:

Lebaran 2021

Bupati Mesuji Saply TH Salat Idul Fitri di Rumah Dinas Bersama Keluarga

Bupati Mesuji Saply TH berencana melakukan salat Idul Fitri atau salat ID di rumah dinasnya bersama keluarga.

Tribunlampung.co.id/M Rangga Yusuf
Plt Kabag Prokompim Pemkab Mesuji Angga Pramudita, di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Angga mengatakan, Bupati Mesuji Saply TH berencana melakukan salat Idul Fitri atau salat ID di rumah dinasnya bersama keluarga. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Bupati Mesuji Saply TH berencana melakukan salat Idul Fitri atau salat ID di rumah dinasnya bersama keluarga.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Lampung yang baru yakni SE Gubernur Lampung No: 045.2/1665/VI.07/2021 tentang pelaksanaan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021, Kenaikan Isa Al Masih dan Hari Raya Waisak dalam kondisi pandemi Covid-19 di Provinsi Lampung.

Plt Kabag Prokompim Pemkab Mesuji Angga Pramudita, SE tersebut merupakan hasil dari kesepakatan bersama Gubernur Lampung, Forkopimda Provinsi Lampung, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung, Bupati atau Wali Kota se-Lampung, Rektor UIN Radin Intan dan Pengurus Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung.

Sehingga, menurutnya, Pemkab Mesuji mengikuti SE edaran yang ada dan menganjurkan kepada masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing

"Jadi SE edaran yang revisi ini, bahasanya tidak melarang hanya menganjurkan dengan sangat agar tidak melakukan salat ID di lapangan dan di masjid," ungkapnya.

Angga menambahkan, Bupati Saply akan salat Idul Fitri bersama keluarga di rumah dinas, sama seperti tahun lalu.

"Kebetulan juga di rumah bupati ada mushala kecil di rumahnya, khusus keluarga mereka," paparnya.

Sebab, lanjut angga, pelaksanaan salat Idul Fitri jika dilakukan di lapangan dan masjid akan mengundang banyak orang dan kontak fisik semakin tak terhindarkan.

Selanjutnya, kata Angga, setelah pelaksanaan salat Idul Fitri di rumah, Bupati akan tetap berada di rumah saja.

Jika kondisi memungkinkan, protokoler akan menyusun agenda silaturahmi.

"Untuk undangan secara resmi mengundang masyarakat ke rumah Bupati tidak ada, begitupula Wakil Bupati dan Sekda," ujarnya.

Akan tetapi, Angga menjelaskan, Bupati tidak menutup masyarakat yang ingin melakukan silaturahmi.

Sehingga, menurut Angga, jika memungkinkan akan dilakukan pengetatan kepada tamu.

Skemanya setiap tamu mendapatkan jatah waktu maksimal 10 menit dengan memperhatikan kapasitas ruangan yang ada.

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai menu lebaran apa yang akan di siapkan oleh Bupati, Angga belum dapat memastikan. ( Tribunlampung.co.id / M Rangga Yusuf )

Penulis: M Rangga Yusuf
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved