Breaking News:

Metro

Seluruh Tempat Wisata Kota Metro Ditutup

Seluruh tempat wisata yang ada di Kota Metro Lampung ditutup oleh Pemerintah Kota Metro. Penutupan ini mulai tanggal 13 Mei hingga 16 Mei 2021.

Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak
Seluruh tempat wisata yang ada di Kota Metro Lampung ditutup oleh Pemerintah Kota Metro. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Seluruh tempat wisata di Kota Metro Lampung ditutup oleh Pemerintah Kota Metro.

Penutupan ini dilakukan mulai tanggal 13 Mei hingga 16 Mei 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Erla Andrianti mengatakan, penutupan tempat wisata sesuai surat edaran Wali Kota.

Adapun surat edaran Wali Kota tersebut tertuang dalam  Nomor 336/ 29 /SE/D-16/04/2021 dan Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 045.2 /1806/ V. 20/2021.

"Sesuai surat edaran, Pemkot Metro mengimbau kepada para pelaku atau pemilik dan pengelola usaha pariwisata menutup objek mulai 13 Mei sampai 16 Mei 2021," ujarnya selaku juru bicara Satgas Covid-19 Kota Metro, Kamis (13/5/2021).

Baca juga: Mobil Pelat Luar Metro Disetop, Pengendara Ternyata Warga Lampung Tengah

Sementara dari pantauan Tribun Lampung tempat.pariwisata di Kota Metro tidak beroperasi.

Satu di antaranya Taman Palem Indah yang biasanya selalu dipenuhi pengunjung saat liburan Idul Fitri.

Erla Andrianti melanjutnya, tempat wisata di Kota Metro boleh dibuka setelah 16 Mei 2021 dengan sejumlah syarat protokol kesehatan (prokes).

"Jadi sesuai surat edaran wali kota, boleh dibuka setelah tanggal 16. Tapi dengan prokes yang ketat,” sebutnya.

“Di antaranya pembatasan jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB dan jumlah kunjungan hanya 25 persen dari total kapasitas," imbuh juru bicara Satgas Covid-19 Metro ini.

Baca juga: Hari Pertama Idul Fitri, Lalu Lintas di Metro Terpantau Lengang

Selain itu, terus Erla, dalam PPKM Mikro, penerapan prokes juga berlaku bagi setiap pengunjung.

Kata Erla, pelaku usaha wajib memasang media informasi bagi pengunjung untuk selalu menerapkan 5 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi.

"Petugas dan pelaku usaha pariwisata juga harus berperan aktif dalam menjaga dan mengingatkan para pengunjung untuk selalu menerapkan dan mematuhi prokes, serta menyediakan pos kesehatan dan ruang informasi," tuntasnya.

( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Hanif Mustafa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved